Jumat, 27 Desember 2013

Arecaceae

Taksonomi Familia Arecaceae

            Familia Arecaceae dalam pengklasifikasian mempunyai genus yang jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, banyak pakar yang membagi atas beberapa genus yang jumlahnya kadang-kadang berbeda antara satu pakar dengan pakar yang lain.[1]  
            Tumbuhan ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar di bumi ini, contohnya di Indonesia dikenal sebagai negara kaya dengan berbagai tumbuhan ini. Oleh karena jenisnya begitu banyak, belum semua tumbuhan tergolong kedalam familia Arecaceae yang tumbuh di Indonesia ini diketahui namanya. Hal ini disebabkan banyak jenis tumbuhan ini tumbuh tersebar di hutan-hutan Indonesia, misalnya di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, hinga pula-pulau kecil. Biasanya yang luput dari pengamatan adalah jenis dari segi penampilannya kurang mencolok atau kurang menarik sebagai tanaman hias dan tidak banyak manfaatnya untuk kehidupan.[2]
           Oleh karena itu, pentingnya pengelompokan (Taksonomi) familia Arecaceae agar dapat diidentifikasi jenisnya. Tentang penamaan tumbuhan ini didasarkan pada keseragaman dalam tata nama baru yang semua familia tanaman berkahiran ceae. Berikut ini Sistematika Botani Arecaceae :
Regnum      : Plantae
Divisio        :Magnoliophyta (Angiospermae)
Classis        : Liliopsida (Monocotyledoneae)
Ordo           :Arecales
Familia       : Arecaceae.[3]


B. Morfologi Tumbuhan

1.   Akar (radix)
Akar merupakan bagian pokok bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Pada akar terdapat bagian-bagian, yaitu leher akar atau pangkal akar (collum) yang merupakan bagian akar bersambungan dengan pangkal batang. Ujung akar (apex radicis) merupakan bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan. Batang akar (corpus radicis) adalah bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujungnya.Cabang-cabang akar (radix lateralis), bagian-bagian akar tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok, dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi. Serabut akar (fibrilla radicalis) merupakan cabang-cabang akar yag halus dan berbentuk serabut. Rambut-rambut akar (pilus radicalis), yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang. Bentuknya seperti bulu atau rambut, oleh karena itu dinamakan rambut akar atau bulu akar. Dengan adanya rambut-rambut akar ini bidang penyerapan akar menjadi luas, sehingga lebih banyak air dan zat-zat makanan dapat dihisap. Tudung akar (calyptra) adalah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.[4]
           Sistem perakaran terdiri atas akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang merupakan akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang (radix primaria). Susunan akar yang demikian ini biasa terdapat pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) dan tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae). Akar serabut adalah akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang aseli dinamakan akar liar, bentuknya seperti serabut, oleh karena itu dinamakan akar serabut (radix adventicia).[5]      
2. Batang (caulis)
           Batang adalah bagian tubuh tumbuhan yang penting dan dapat dibedakan antara tumbuhan yang tidak berbatang dan tumbuhan berbatang. Tumbuhan tidak berbatang (planta acaulis) merupakan tumbuhan yang benar tidak berbatang sesungguhnya tidak ada hanyatampaknya saja tidak ada.hal itu disebabkan karena batang sangat pendek, sehingga semua daunnya keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain merupakan suatu roset (rosula). Batang dibedakan menjadi batang basah (herbaceus), batang berkayu (lignosus), batang rumput (calmus) dan batang mendong (calamus). Batang tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam, contohnya bulat (teres) yang terdapat pada familia Arecaceae. Arah tumbuh batang berbeda-beda, salah satu contohnya adalah tumbuh tegak lurus (erectus), contohnya pada tumbuhan palem-paleman.[6]
3. Daun (folium)      
           Daun adalah bagian tumbuhan (organ), yang terdapat di bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun mempunyai begian-bagian, yaitu pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Morfologi daun diantaranya ujung daun (apeks), tepi daun (margo folii) dan pangkal daun (basal). Bentuk daun (circumscriptio) beranekaragaman contohnya bulat, perisai, melonjong sedangkan untuk tipe daun dikenal ada daun tunggal dan daun majemuk. Pertulangan daun ada yang menyirip, menjari, melengkung dan sejajar.[7]
 4. Bunga (flos)
           Bunga dengan nama latin flos mempunyai bagian-bagian, yaitu tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), hiasan bunga (perianthium) dan alat perkembangbiakan.
a. Tangkai bunga (pedicellus)
            Pedicellus merupakan bagian bunga yang masih jelas bersifat caulis (batang), seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, seakan-akan peralihan daun biasa ke hiasan bunga. Tangkai bunga sering kali melekat daun tangkai (brakteola).

b. Dasar bunga (receptaculum)
            Dasar bunga (receptaculum) adalah tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya tampak duduk dalam satu lingkaran.
c. Hiasan bunga (perianthium)
1). Kelopak (calyx)
            Kelopak merupakan kesatuan daun-daun bunga pertama mulai dari bawah, pada kuncup bunga terletak paling luar. Gunanya untuk melindungi bagian-bagian bunga lainnya dari gangguan luar, sebelum kuncup bunga itu mekar, calyx tidak selalu akan gugur, bilamana bunganya kemudian tumbuh hingga menjadi buah masak.
            Jenis tanaman mempunyai jumlah daun calyx yang berbeda, biasanya jumlah tersebut adalah kelipatan 3. Individu daun kelopak bunga ini bersatu pada dalam mendukung duduknya bakal buah pada dasar bunga. Paduan daun kelopak bunga disebut calyx atau sepalum. Warna kelopak bunga pada umumnya hijau, dengan demikian dapat membantu menyelenggarakan proses fotosintesis. Perlekatan daun dibedakan diantaranya berlekatan, berbagi, bercangap, berlekuk, lepas atau bebas.
2). Mahkota bunga (corolla)
           Corolla merupakan kesatuan daun-daun bunga yang kedua dari bawah yaitu terletak pada lingkaran di atas kelopak bunga yang belum mekar, maka tajuk bunga itu membungkus dan melindungi stamen serta pistillum dari gangguan luar.
           Corolla adalah hiasan bunga paling menarik, bermaca-macam warnanya, merah, ungu, biru, violet. Karena warna dan penampilannya menarik, mahkota bunga secara tidak langsung dan alami menarik perhatian serangga yang dapat membantu proses penyerbukan.
d. Alat perkembangbiakan
1). Benang sari (stamen)
            Benang sari adalah alat kelamin jantan pada bunga. Keseluruhan benang sari pada sekuntum bunga disebut androecium. Benang sari (stamen) yang normal mempunyai tangkai sari (filamentum) dan kepala sari (anthera). Kepala sari yang masih muda semula 4 kantong serbuk sari, bilamana kemudian menjadi dewasa, maka tiap dua kantong serbuk sari melebarkan diri menjadi satu ruang serbuk sari sehingga kepala sari yang telah masak mempunyai ruang serbuk sari yang besar. Kedua ruang serbuk sari itu dihubungkan satu sama lain oleh suatu jaringan yang disebut penghubung ruang sari (connectium) adalah lanjutan dari tangkai sari (filamentum) yang masuk ke dalam kepala sari dan kadang-kadang tumbuh melebar.
2). Putik (pistillum)
           Pistillum adalah alat kelamin betina yang salah satu mengandung sel telur yang setelah dibuahi oleh inti sperma yang berasal dari serbuk sari, akhirnya akan berkembang menjadi lemabaga dan lembaga itulah yang nantinya akan merupakan tumbuhan baru. Bagian putik yang mengandung sel telur itu namanya bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan menjadi biji (semen) dan sementara itu bagian putik yang didalamnya terdapat bakal biji tadi yaitu bakal buahnya (ovarium), akan berubah menjadi buah (fructus). Posisi alat kelamin bunga betina (pistillum) ada di pusat/tengah dasar bunga. Putik terdiri atas daun buah (carpel). Jumlah daun ini bermacam-macam, ada yang tunggal atau simplex dan ada yang majemuk atau compositus. Gabungan karpel-karpel ini membenuk gynoecium. Selanjutnya masing-masing individu gynoecium dinamakan pistillum.[8]
5. Buah (fructus)
           Penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah, dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Buah yang terbentuk dari bakal buah, paling banyak terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur  umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang telanjang (fructus nudus). Pada buah terdapat beberapa lapisan, contohnya pada buah kelapa (Cocos nucifera) yang tergolong  kedalam tipe buah batu (drupa). Buah ini mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu lapisan luar (eksocarpium), lapisan tengah (mesocarpium) dan laipsan dalam (endocarpium).[9]
6. Biji (semen)
            Penyerbukan yang telah terjadi, diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah, dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Tumbuhan berbiji (spermatophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkannya biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya, dan dapat terpencar ke lain tempat.
            Semua biji itu duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji tempat perlekatan tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusar umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubungi sebagian biji saja. Berdasarkan tipe bijinya, terdapat monokotil (monocotyledoneae) yang mempunyai biji berkeping satu dan dikotil (dicotyledoneae) dengan biji berkeping dua.[10]             

C. Morfologi Familia Arecaceae  

1. Akar (radix)
           Akar Familia Arecaceae adalah akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang.[11]
2. Batang (caulis)
           Tumbuhan ini berbatang tunggal dan tingginya bisa mencapai 30 m yang batangnya kokoh ramping. Merupakan tumbuhan monokotil atau berkeping satu yang berbatang tunggal. Tinggi pohon bisa mencapai 30 m yang batangnya kokoh ramping. memanjat. Tinggi batanggnya (caulis) sangat beragam dan ada yang mencapai 100 meter. Berdasarkan tinggi batang, famili Arecaceae dapat digolongkan berupa pohon tinggi lebih dari 10 meter, pohon sedang (2-10 meter) maupun kurang dari 2 meter. Batang famili Arecaceae ada yang tumbuh tegak ada pula yang merambat pada pohon lain sebagai liana, bentuk yang seperti ini terutama dari spesies-spesies Hypaena dan Dypsis.[12]

3. Daun (folium)
           Daun-daunnya bertulang menyirip (penninervis) atau bentuknya seperti kipas, dengan pelepah daun (vagina) atau tangkai daun (petiolus) yang melebar. Familia Arecaceae umumnya berdaun majemuk. Daun palmately dan pinnately, membentuk tajuk dari batang kokoh yang tidak bercabang, dasar petiole luas, berpelepah dan berserat.[13]
4. Bunga (flos)
           Karangan bunga (tongkol bunga) kerap kali pada ketiak daun (axilaris), kadang-kadang terminal, yang mudah kerapkali keseluruhannya dikelilingi oleh satu seludang daun atau lebih, atau (daun) tangkai dan cabang samping mempunyai seludang kecil. Bunga (flos) duduk pada cabang yang berdaging tebal atau kerapkali tenggelam di dalamnya, berkelamin 1 (unisexualis), jarang berkelamin 2 atau bunga banci (hermaphroditus). Tenda bunga  (perigonium) dalam lingkaran dengan jumlah masing-masing 3, bebas atau bersatu dengan yang lain dan umumnya tebal. Benang sari (stamen) 6 sampai 9 buah atau lebih, jarang berjumlah 3 buah, daun buah berjumlah 3, bebas atau bersatu, bakal buah beruang 1 (unilocularis) sampai beruang 3 (trilocularis), tiap ruang 1 bakal biji (ovulum).[14]
5. Buah (fructus)           
            Buah buni (bacca) atau buah batu (drupa), kadang-kadang tiap-tiap daun buah tumbuh terpisah menjadi sebuah yang berbiji 1. Buah berry, drupe atau nut, biji dengan embrio kecil dan endosperm.[15]


6. Biji (semen)
            Biji dengan tipe monokotil (monocotyledoneae) dengan embrio kecil dan endosperm.[16]         

D. Syarat Tumbuh Familia Arecaceae
  
1. Iklim

           Familia Arecaceae dapat tumbuh dengan baik pada suhu 25 oC – 200 oC. Familia Arecaceae menyukai jika ditanam di daerah yang curah hujannya merata sepanjang tahun atau yang huniannya jatuh selama 7 – 10 bulan dalam setahun. Salah satu tumbuhan yang khas di daerah tropis yang secara alami tumbuh pada hutan primer maupun hutan sekunder termasuk pada daerah bekas perladangan liar dan belukar.[17]
2. Tanah
            Secara umum familia Arecaceae dapat tumbuh pada berbagai keadaan, yaitu di tanah kering dataran rendah dan pergunungan, tanah kering berpasir, tanah liat berpasir. Adapun jenis tanah yang dapat ditumbuhi adalah tanah alluvial (biasanya sepanjang tepi sungai), intosol dan cukup lembab dengan ketinggian antara 0 – 2900 meter dengan iklim basah (tipe A dan B) atau basah sampai kering (tipe A, B, C dan D).[18]
E. Manfaat Tumbuhan Familia Arecaceae

            Beberapa jenis famili Arecaceae termasuk jenis yang serbaguna. Beradasarkan kegunaan jenis-jenis palem dapat dikelompokkan antara lain :
1.      Sumber Karbohidrat, baik dalam bentuk pati maupun gula, contohnya pada aren (Arenga pinnata)
2.      Sumber Minyak. Sudah sejak lama masyarakat Indonesia memanfaatkan kelapa (Cocos nucifera) untuk minyak goreng.
3.      Sumber Bahan Anyaman. Familia Arecaceae merupakan bahan anyaman yang berkulit tinggi. Beberapa jenis palem juga dapat menghasilkan daun yang dapat dianyam, misalnya pada kelapa (Cocos nucifera).
4.      Sumber Bahan Bangunan. Ada jenis-jenis palem yang mempunyai batang yang kuat untuk pengganti kayu contohnya palem raja. Di Bali batang-batang kelapa menjadi tiang ataupun berguna sebagai bahan ukiran perkakas rumah tangga.
5.      sumber tanaman hias. Banyak jenis palem yang sudah dimanfaatkan untuk tanaman hias jalan ataupun tanaman, contohnya pada palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens).[19]
           Famili Arecaceae meliputi berbagai jenis yang sudah dimanfaatkan berjuta-juta penduduk di daerah tropika. Beribu-ribu spesies yang termasuk famili Arecaceae, banyak diantaranya dapat berbentuk pohon setinggi 30 meter. Kebanyakan hidup di daerah tropika dan terdapat di daerah beriklim sedang. Pada jaman kapur atas dan tersier bawah, palma tersebar luas di belahan bumi sebelah utara, sampai sejauh Kanada. Familia Arecaceae jaman sekarang merupakan sumber makanan (kelapa dan lontar), kayu, serat untuk pakaian, daun untuk atap rumah, juga sumber yang menghasilkan minyak, tepung, sagu dan banyak produk lain lagi.[20]
           Familia Arecaceae umumnya memberikan manfaat sebagai makanan, perlindungan, pakaian dan kebutuhan hidup lainnya. Buah (fructus) Cocos nucifera (kelapa) yang sudah masak (matang digunakan sebagai minuman susu dingin dan yang mentah sebagai kopra (endosperm yang dikeringkan) yang kaya akan minyak dan protein. Biji Areca catechu (pinang) digunakan sebagai bahan kunyahan bersama dengan daunnya dan pucuknya digunakan sebagai sayuran.[21]



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.