Jumat, 27 Desember 2013

Penyelamatan keanekaragaman terkaya hutan amazon oleh ulah manusia

Hutan Amazon merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki keragaman hayati yang paling banyak. 15% dari seluruh spesies tumbuhan darat yang ada di dunia dapat kita temukan di Amazon. Hampir 10% dari jumlah mamalia yang ada di dunia ini juga dapat kita temukan di Amazon. Hutan Amazon memiliki 300 jenis spesies yang berbeda pada setiap hektarnya. Hal ini telah membuat hutan Amazon bukan hanya sebagai pusat warisan dunia melainkan juga sebagai salah satu pertahanan utama bumi di dalam memerangi dampak dari global warming.
Selain itu, hutan Amazon merupakan rumah bagi sekitar 220.000 orang yang berasal dari 180 etnis lokal berbeda yang tinggal di pedalaman hutan tersebut bersama dengan para komunitas tradisional lainnya yang mana kehidupannya sangat tergantung dengan apa yang dihasilkan oleh hutan Amazon bagi mereka.
Pada awal tahun 2003, pemerintah Brazil mencanangkan sebuah rencana untuk melakukan deforestasi di Amazon. Dari tahun 2004-2005, rata-rata deforestasi di Amazon adalah 18.000 km2 per tahun. Pada tahun 2004, Greenpeace menemukan bahwa penyebab utama deforestasi di Amazon adalah industri kacang kedelai. Dari berbagai penelitian lapangan, pengintaian dari udara, wawancara dengan komunitas yang terkena dampak deforestasi, wawancara dengan aktor politik dan industri lain yang terkait, serta analisis data ekspor dari pemerintah Brazil, Greenpeace menemukan bahwa industri tersebut memiliki peran yang sangat signifikan dalam merusak hutan Amazon. Greenpeace mengindentifikasi bahwa terdapat tiga TNCs utama yang menjadi dalang dalam aktivitas deforestasi tersebut yaitu Archer Daniels Midland (ADM), Bunge, dan Cargill. Ketiga TNCs tersebut bekerja sama untuk memonopoli produksi kacang kedelai di Brasil untuk selanjutnya diekspor ke Eropa sebagai material utama pembuatan pakan ternak. Karena posisi ketiga TNCs tersebut sebagai pihak yang memonopoli ekspor kacang kedelai di Brasil (60%), mereka memiliki posisi lobi yang cukup kuat terhadap pemerintah di negara setempat.
Upaya pertama yang dilakukan oleh Greenpeace untuk mengatasi isu tersebut adalah dengan melakukan kampanye yang menentang aktivitas deforestasi Cargill di wilayah hutan Amazon. Di dalam melaksanakan kampanyenya, Greenpeace menggunakan berbagai metode. Metode pertama adalah dengan menyebarkan informasi seluas-luasnya terhadap masyarakat publik (lokal dan internasional) mengenai apa yang telah dilakukan oleh Cargill terhadap Amazon. Metode lain yang digunakan oleh Greenpeace adalah dengan mengirimkan secara langsung aktivisnya ke tempat pengolahan kacang kedelai TNC yang bersangkutan di wilayah Amazon untuk menghambat aktivitas mereka. Salah satu upaya aktivis yang cukup berhasil adalah ketika Greenpeace mengirimkan tim aktivis pemanjat kapal Greenpeace yang terkenal yaitu Arctic Sunrise untuk menghambat kapal Cargill yang akan membawa komoditas kacang kedelai ke wilayah Eropa.
Pemanasan global merupakan isu lingkungan hidup yang dapat menyebabkan perubahan iklim global. Perubahan iklim global terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50 – 100 tahun. Walaupun terjadi secara perlahan, perubahan iklim memberikan dampak yang sangat besar pada kehidupan mahluk hidup. Dampak yang terjadi antara lain Terjadinya perubahan iklim menyebabkan terjadinya perubahan iklim di hutan Amazon. Awan yang biasanya diatas hutan Amazon selalu Hitam menunjukan bahwa intensitas hujan sangat tinggi, akan tetapi sekarang intensitas hujan berkurang ditandai dengan awan yang berada diatas hutan Amazon menjadi terang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan jumlah burung di hutan Amazon. Akan tetapi hubungan antara hilangnya beberapa spesies burung apakah ada berhubungan langsung dengan berkurangnya curah hujan masih dipertanyakan. Ini diakibatkan oleh ulah manusia.
Deforestasi hutan Amazon di Brasil meningkat hampir 30 persen tahun lalu. Peningkatan produksi hasil pertanian dianggap bertanggung jawab atas kenaikan tersebut. Kami membenarkan kenaikan 28 persen angka deforestasi yang luasnya mencapai 5.843 kilometer persegi", ujar menteri lingkungan Brasil Izabella Teixera usai pengungkapan data dari Agustus 2012 hingga Juli 2013.
Menurut Teixera, ini antara lain karena lahan untuk pertanian dan produksi kedelai di daerah Para dan Mato Grosso bertambah 37 dan 52 persen. Walau luas lahan hutan yang hilang terkesan besar, jumlah ini masih lebih sedikit dibanding tahun 2011. Saat itu hutan Amazon mengalami deforestasi hingga 6418 kilometer persegi.
Tahun terburuk bagi Brasil adalah 2004 yang menunjukkan data deforestasi hingga 27.000 kilometer persegi. Produsen pertanian global Brasil "terjebak" antara tekanan aktivis lingkungan dan kebutuhan para petani skala besar. Undang-undang perhutanan di negara itu mewajibkan pemilik tanah di hutan Amazon untuk tidak mengolah 80 persen dari lahan yang mereka miliki. Tapi ini tidak dipatuhi. Belum lagi masalah caramengidentifikasi lahan hutan yang berada di bawah kepemilikan negara atau swasta. Namun, menteri Texeira menegaskan, Brasil akan menghormati konvensi internasional yang menuntut pengurangan deforestasi hutan Amazon.
Lobi bisnis agraria sangat kuat di Brasil. Walau, lahan pertanian dibatasi, revisi undang-undang perhutanan mengijinkan pemilik tanah untuk bercocok tanam di pinggir sungai dan lereng bukit. Ini ditentang oleh para aktivis lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, Brasil terlibat dalam konflik dengan aktivis lingkungan dan mereka yang bekerja di dunia pertanian. Karena tuntutan untuk memenuhi kebutuhan produksi pangan juga terus bertambah.





0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.