Tampilkan postingan dengan label Determinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Determinasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

klasifikasi famili poaceae


Cynodon dactylon (L.) Pers. (Grinting)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Cynodon
Jenis                : Cynodon dactylon (L.) Pers. (Grinting)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Digitaria sanguinalis Scop. (Jampang piit)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Digitaria
Jenis                : Digitaria sanguinalis Scop. (Jampang piit)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Fimbristylis annua R. & S. (bulu mata munding)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Cyperaceae
Marga              : Fimbristylis
Jenis                : Fimbristylis annua R. & S. (bulu mata munding)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Panicum maximum Jacq. (rumput benggala)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Panicum
Jenis                : Panicum maximum Jacq. (rumput benggala)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Axonopus compressus (Swartz) Beauv. (jukut pait).
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Axonopus
Jenis                : Axonopus compressus (Swartz) Beauv. (jukut pait).
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).


Imperata cylindrica Beauv. Van mayor Hubb (alang-alang)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Imperata
Jenis                : Imperata cylindrica Beauv. Van mayor Hubb (alang-alang)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Chloris barbata Swartz. (rumput kembang goyang)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Chloris
Jenis                : Chloris barbata Swartz. (rumput kembang goyang)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).


Shorgum halapenses (L.) Pers. (rumput cantel)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Shorgum
Jenis                : Shorgum halapenses (L.) Pers. (rumput cantel)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Eulalia amaura (Buese) Ohwi. (rumput lamuran)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Eulalia
Jenis                : Eulalia amaura (Buese) Ohwi. (rumput lamuran)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Eleusin indica (L.) Gaertn. (rumput belulang)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Eleusin
Jenis                : Eleusin indica (L.) Gaertn. (rumput belulang)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Dactyloctenium aegyptium Richt. (rumput tapak  jalak)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Dactyloctenium
Jenis                : Dactyloctenium aegyptium Richt. (rumput tapak  jalak)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

 Pogonatherum paniceum Hack. (rumput bambu)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Pogonatherum
Jenis                : Pogonatherum paniceum Hack. (rumput bambu)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Eragrotis amabilis O.K. (rumput empirit-empiritan)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Eragrotis
Jenis                : Eragrotis amabilis O.K. (rumput empirit-empiritan)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Cyperus rotundus L. (rumput teki)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Cyperaceae
Marga              : Cyperus
Jenis                : Cyperus rotundus L. (rumput teki)
 (Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Paspalum commersii Lamk. (rumput gegenjuran)
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Paspalum
Jenis                : Paspalum commersii Lamk. (rumput gegenjuran)
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).



Bambusa vulgaris
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Bambusa
Jenis                : Bambusa vulgaris
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Bambusa apus
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Anak kelas      : Commelinidae
Bangsa                        : Cyperales
Suku                : Poaceae
Marga              : Bambusa

Jenis                : Bambusa apus
(Undang Ahmad Dasukin, 1991).

Klasifikasi ilmiah

Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki. Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin.
Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasipengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Famili (Suku), GenusMarga), dan Spesies (Jenis). ( (
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah:
  • Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
  • Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
  • Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
  • Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).
Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.

Petunjuk membuat kunci determinasi

TINJAUAN PUSTAKA
            Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi. Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud (Citrosupomo,1989).
Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah dikenal sebelumnya (dicocokkan atau dipersamakan). Karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik atau persis sama, maka istilah determinasi (Inggris to determine = menentukan, memastikan) dianggap lebih tepat daripada istilah identifikasi (Inggeris to identify = mempersamakan) (Rifai,1976).
Menentukan nama dari suatu tumbuhan yang benar dan tempat asal dari tumbuhan tersebut yang tetap dari sistem klasifikasi dapat disebut identifikasi. Dalam mengidentifikasi tanaman dapat ditempuh satu atau kombinasi dari sebagian atau seluruh cara dibawah ini:
  1. Membandingkan tanaman tersebut dengan material yang telah diidentifikasi dengan herbarium.
  2. Konsultasi langsung dengan ahli dibidang bersangkutan.
  3. Mencari sendiri dengan menggunakan kunci determinasi.
  4. Membandingkan dengan determinasi yang ada.
  5. Membandingkan dengan ilustrasi yang tersedia.
            Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah dikenalkan sebelumnya (dicocokkan atau dipersamakan).

a. Cara Mendeterminasi Tumbuhan
            Untuk mendeterminasi tumbuhan pertama sekali adalah mempelajari sifat morfologi tumbuhan tersebut (seperti posisi, bentuk, ukuran dan jumlah bagian-bagian daun, bunga, buah dan lain-lainnya). Langkah berikut adalah membandingkan atau mempersamakan ciri-ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal identitasnya, dengan menggunakan salah satu cara di
bawah ini (Sunarto, 1999):
1. Ingatan
2. Bantuan orang
3. Spesimen acuan
4. Pustaka
5. Komputer
b. Aturan Pembuatan Kunci Determinasi
            Suatu alat yang diciptakan khusus untuk memperlancar pelaksanaan pendeterminasian tumbuh-tumbuhan disebut kunci determinasi. Kunci determinasi dibuat secara bertahap, sampai bangsa saja, suku, marga atau jenis dan seterusnya. Ciri-ciri tumbuhan disusun sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah si pemakai kunci dipaksa memilih satu di antara dua atau beberapa sifat yang bertentangan,begitu seterusnya hingga akhirnya diperoleh suatu jawaban berupa identitas tumbuhan yang diinginkan. Beberapa syarat kunci determinasi yang baik antara lain:
  1. Ciri yang dimasukkan mudah diobservasi, karakter internal dimasukkan bila sangat penting.
  2. Menggunakan karakter positif dan mencakup seluruh variasi dalam grupnya.
  3. Deskripsi karakter dengan istilah umum yang dimengerti orang.
  4. Menggunakan kalimat sesingkat mungkin, hindari deskripsi dalam kunci.
  5. Mencantumkan nomor couplet.
  6. Mulai dari ciri umum ke khusus, bawah ke atas.


c. Menggunakan Kunci Determinasi
            Saran-saran dalam penggunaan kunci determinasi:
  1. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang ciri tumbuhan yang akan dideterminasi (kalau ada lengkap vegetatif dan generatif),
  2. Pilih kunci yang sesuai dengan materi tumbuhan dan daerah geografi di mana tumbuhan tersebut diperoleh,
  3. Baca pengantar kunci tersebut dan semua singkatan atau hal-hal lain yang lebih rinci,
  4. Perhatikan pilihan yang ada secara hati-hati,
  5. Hendaknya semua istilah yang ada dipahami artinya. Gunakan glossary atau kamus,
  6. Bila spesimen tersebut tidak cocok dengan semua kunci dan semua pilihan layaknya tidak kena, mungkin terjadi kesalahan, ulangi ke belakang,
  7. Apabila kedua pilihannya mugkin, coba ikuti keduanya,
  8. Konfirmasikan pilihan tersebut dengan membaca deskripsinya, dan
  9. Spesimen yang berhasil dideterminasi sebaiknya diverifikasi dengan ilustrasi atau spesimen herbarium yang ada.

kunci determinasi menuju genus poales


No
Ciri organ


genus

Habitus

Batang

Bentuk Daun

Sekam

Bunga

Benang sari

Putik

Buah/biji
1
Axonopus
Rumput
Bulat, berongga
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah daun.
Berjumlah 3, berwarna putih.
Putik berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah berkelompok/ berkumpul, jarak antara biji satu dengan lainnya rapat
2
Bambusa
Pohon
Batang berkayu, bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan.
Bunga majemuk tak terbatas.
-
Putik berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah majemuk
3
Chloris
Rumput
Bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan
Bunga berkumpul di ujung batang yang berbentuk payung.
Berjumlah 3, berwarna putih.
Berjumlah 2, berwarna keunguan.
Buah bulir
4
Cynodon
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan
Bunga bulir bekumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.


Berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah bulir.
5
Dactyloctenium
Rumput.
Batang bulat berongga
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.

Berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah bulir.
6
Digitaria
Rumput.
Batang bulat berongga
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
Berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah bulir.
7
Eleusin
Rumput.
Batang bulat berongga
Bangun daun tombak
Saling berhadapan
Bunga berlekatan di sisi batang
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
Berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah bulir.
8
Imperata
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar.
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna putih
Putik berjumlah 3, berwarna ungu
Buah bulir.
9
Eragrotis
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul di ujung.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
Berjumlah 2, berwarna ungu.

Buah Bulir
10
Eulalia
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
-
Bunga bulir
11
Paspalum
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
-
Buah bulir berselang-seling
12
Pogonatherum
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar, anak daun bertangkai
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
Berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah berkelompok/ berkumpul, jarak antara biji satu dengan lainnya rapat
13
Shorgum
Rumput
Batang bulat berongga.
Bangun daun garis, tepi kasar
Saling berhadapan
Bunga bulir berkumpul dipelepah.
Benang sari berjumlah 3, berwarna kuning.
Berjumlah 2, berwarna ungu.
Buah bulir berdiri sendiri. Jarak antara biji satu dengan lainnya agak renggang

 
Setelah mengidentifikasi ciri-ciri semua species maka selanjutnya kami membuat kunci determinasi tumbuhan menuju genus, sebagai berikut:
1.      a. Habitus pohon, tinggi mencapai 10 m-20 m, batang bulat, berongga, berkayu keras. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Bambusa
b. Habitus rumput, tinggi mencapai 3 m, batang bulat, berongga, tidak berkayu. .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
2.   a. Rumput menjalar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
      b. Rumput tegak . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
3.   a. Batang berambut . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . .4
      b. Batang licin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5
4.   a. Batang berambut kasar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Imperata
      b. Batang berambut halus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . 6
5.   a. Pelindung bunga (sekam) tidak berbulu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Axonopus
      b. Pelindung bunga (sekam) berbulu halus . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Dactyloctenium
6.   a. Bunga berkumpul di ujung batang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Eragrotis
      b. Bunga berkumpul di ketiak daun (axilar). . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  7
7.   a. Bunga bulir . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . .. .. . . . . . . . . . . . . 11
      b. Bunga malai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  Eulalia
8.   a. Putik ada . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . .  . .. . . . . . . . . . . . .9
      b. Putik tidak ada atau sangat kecil . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . .Paspalum
9.   a. Benang berwarna putih . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . .Chloris
      b. Benang berwarna kuning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . .  . . . .10
10. a. Putik berwarna kuning . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   . . .. . . . . . . .. . .. . . . .  Eleusin
      b. Putik berwarna ungu . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . .. . . . . . . ..  . . . . . . . . . .12
11. a. Buah bulir berkumpul dan teratur, jarak antara anak bulir satu dengan yang lainnya rapat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Pogonatherum
      b. Buah bulir tidak teratur, jarak antara anak bulir satu dengan yang lainnya agak renggang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Sorghum
12. a. Anak bulir berhadapan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Digitaria
      b. Anak bulir berselang-seling kiri dan kanan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Cynodon
 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.