Tampilkan postingan dengan label Morfologi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Morfologi Tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

Mengenal PISANG


1.      Sejarah Pisang
Buah-buahan merupakan bahan pangan yang sangat penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang bisa dijumpai hampir disetiap pekarangan rumah, kebun atau tegalan. Ada yang tertanam rapi dan dirawat dengan baik, tetapi adapula yang hanya ditanam secara asal dan dibiarkan hidup secara alami. Sebenarnya, jika tanaman pisang dibudidayakan secara komersial, terutama untuk tujuan ekspor, keuntungannya tentu tidak akan kalah dengan tanaman lain.
Pisang adalah tanaman herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman buah ini kemudian menyebar luas ke kawasan Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Penyebaran tanaman ini selanjutnya hampir merata keseluruh dunia, yakni meliputi daerah tropic dan subtropik, dimulai dari Asia Tenggara ke timur melalui lautan teduh sampai ke Hawai. Selain itu tanaman pisang menyebar ke barat melalui Samudra Atlantik, Kepulauan Kanari, sampai Benua Amerika.
2.      Manfaat Tanaman Pisang
Hampir semua bagian tanaman pisang mempunyai nilai guna (manfaat) dalam kehidupan sehari-hari. Bagian utama dari tanaman pisang yang mempunyai nilai ekonomi dan sosial cukup tinggi adalah buahnya. Buah pisang yang sudah matang (masak), selain enak dan lezat rasanya mengandung gizi yang cukup tinggi dan lengkap serta berkhasiat obat.
Buah pisang yang masak mengandung serotonin, suatu bahan kimia yang menghambat pengeluaran asam hidrokhlorik yang berlebihan di dalam perut, sehingga berfungsi sebagai pengobatan gangguan pencernaan tukak lambung. Mengkonsumsi buah pisang yang dilumatkan sampai halus dan dicampur dengan segelas air kelapa muda serta sedikit madu, kemudian disaring ternyata air saringannya berkhasiat bagi penderita campak, hepatitis, tuberculosis, dan radang tonsil. Caranya masukkan dua butir cengkih dan lima butir merica (lada) ke dalam sebuah pisang dan biarkan di dalam pisang semalam suntuk. Setiap pagi pisang yang berisi cengkih dan merica tadi dimakan selama dua minggu secara kontinu.
Tanaman pisang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk keperluan berbagai macam keperluan hidup. Selain buahnya bagian tanaman lainnya mulai dari akarnya sampai dengan daunnya banyak dimamfaatkan orang untuk berbagai keperluan.
Menurut penelitian para ahli, kasiat dan manfaat dari setiap bagian tanaman pisang yaitu :
a.       Umbi Batang

Umbi batang atau yang lebih dikenal dengan bonggol dapat digunakan sebagai soda untuk sabun dan pupuk tanaman dengan cara dicacah halus dan dijemur sampai kering, lalu dibakar dan diambil abunya. Abu dari bonggol pisang inilah yang dimamfaatkan untuk soda dan pupuk. Selain itu air yang terdapat dalam umbi batang terutama dari jenis pisang klutuk dan pisang kepok mempunyai kasiat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti pendarahan dalam usus, amandel, desentri, memperbaiki pertumbuhan rambut, dan sebagai cairan untuk berkumur. Pendarahan yang terjadi dalam usus besar dapat disembuhkan dengan meminum air yang diperoleh dari bonggol pisang klutuk yang masih muda (anakan). Disamping itu, umbi batang pisang yang masih muda merupakan rebung yang dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur.
b.      Batang Tanaman
Batang tanaman pisang (batang semu) mengandung air, air yang terdapat dalam batang semu ini dapat dimamfaatkan untuk obat sakit kencing yang panas dan sebagai obat penawar racun warangan. Selain mempunyai mamfaat sebagai obat, bagian tanaman ini pada umumnya banyak digunakan untuk membungkus bibit tanaman, untuk tali pembungkus tembakau, dan sebagainya. Dalam bidang pertanian, batang tanaman pisang dapat dijadikan  kompos dan dalam bidang perikanan dapat dimamfaatkan sebagai campuran media untuk budidaya belut.
c.       Daun pisang
Daun pisang banyak dimamfaatkan untuk pembungkus aneka makanan dan barang-barang lainnya. Selain itu, daun pisang juga dapat dijadikan kompos untuk memupuk tanaman.


d.      Bunga Pisang
Bunga pisang atau lebih dikenal dengan jantung pisang memiliki kandungan lemak, protein, karbohidrat, dan vitamin yang tinggi sehingga sangat baik untuk sayuran. Bunga pisang juga dapat dibuat untuk aneka macam masakan seperti untuk acar, manisan, sayur lalap, sayur lodeh, dan lain-lain.
e.       Buah Pisang
Buah pisang sebagai produk utama dari tanaman pisang mempunyai aneka kegunaan. Selain sebagai buah segar, buah pisang dapat pula dimamfaatkan untuk aneka makanan olahan, seperti tepung pisang untuk makanan bayi, sari buah pisang, sale pisang, roti pisang, keripik pisang, pisang rebus, pisang goring, kolak pisang, pisang bakar dan lain-lain.

f.       Kulit Pisang
Selain untuk pakan ternak, kulit buah pisang juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran cream antinyamuk. Kulit buah pisang juga dapat diekstrak untuk dibuat pectin. Sementara tepung kulit pisang yang dicampur dengan ampas tahu dapat digunakan sebagai pakan ayam buras untuk meningkatkan pertumbuhannya.
Manfaat lainnya dapat dijadikan sebagai pembunuh larva serangga, yakni dengan menambahkan sedikit urea dan pemmberian bakteri. Berdasarkan hasil temuan dari Taiwan diketahui bahwa kulit pisang yang mengandung vitamin B6 dan serotonin dapat diekstrak dan dimamfaatkan untuk kesehatan mata (menjaga retina mata dari kerusakan akibat cahaya berlebih)
Buah pisang memiliki kandungan zat gula (karbohidrat) yang lebih tinggi ketimbang yang dikandung oleh buah-buah yang lain. Karena itu, buah pisang bisa menjadi salah satu sumber tenaga yang baik bagi tubuh kita. Manfaat lainnya, buah pisang pun sangat aman dikonsumsi saat perut kita tengah kosong, atau ketika dikonsumsi oleh penderita tukak lambung. Unsur folat alami yang dikandung buah pisang sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Buah berwarna kekuningan ini mengandung kadar zat besi yang tinggi sehingga sangat bagus bagi penderita anemia karena bisa menunjang proses terapi nutrisi.
Bonggol batang yang semestinya digunakan berbagai induk individu baru (anakan), dalam suatu krisis pangan seperti pada Tahun 1942-1946, sewaktu penjajahan Jepang konon dijadikan bahan makanan penggganti karbohidrat. Batang pisang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti;
a.       Tudung penahan hujan maupun panas bagi bibit yang baru ditanam di kebun.
b.      Pembungkus bibit tanaman (terutama akar) sewaktu dilakukan pengiriman jarak jauh.
c.       Pelepah batang pisang yang telah dikeringkan dapat digunakan sebagai pembungkus tembakau, bahan anyaman kerajinan, dan sebagainya.
Sebelum ada pembungkus dari bahan plastik, daun pisang memiliki banyak kegunaan  antara lain sebagai berikut:
a.       Pembungkus makanan jadi yang siap dimakan di warung-warung kecil.
b.      Pembungkus makanan yang (sedikit) diawetkan, misalnya lepet ketan, tempe dan lain-lain.
c.       Daun pisang yang masih hijau dapat digunakan sebagai bahan makanan ternak.
d.      Daun pisang yang telah kering dapat digunakan sebagai bahan pembungkus hasil produksi pertanian atau pembungkus makanan.
e.       Daun pisang kering dalam jumlah cukup banyak dapat dibuat kompos dan menjadi medium penanaman jamur.
3.      Nilai Gizi Pisang
Buah pisang mempunyai kandungan gizi yang baik, antara lain menyediakan energy yang cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan yang lain. Pisang kaya akan mineral seperti, kalium, magnesium, besi, fosfor dan kalsium, mengandung vitamin B; B6; dan C serta mengandung serotonin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran fungsi otak. Bila dibandingkan dengan buah apel, nilai energi pisang berinali lebih tinggi, yakni 136 kalori per 100 gr, sedangkan buah apel hanya hanya 54 kalori per  100 gr. Karbohidrat pada pisang mampu menyuplai energy lebih cepat daripada nasi dan biscuit sehingga para atlet olah raga banyak yang mengonsumsi pisang diaat jedah merecharge energi mereka.
Selain mengandung karbohidrat, pisang juga mengandung vitamin A dan vitamin B. Selama mengalami pemasakan, kandungan gula buah pisang yang diperkirakan 20 %, mempunyai perbandingan rata-rata 15 fruktosa dan 65 sukrosa. Kandungan protein pisang relatif sedikit (sekitar 1 %), sedangkan asam aminonya cukup kkaya lysine dan cystine tetapi sedikit methionie. Kandungan asam amino besarnya terdiri atashistine ( terbanyak), serine, valine, dan arginine. Buah pisang dapat digunakan sebagai makanan pengganti bagi orang yang sedang diet lemak, dengan kadar kolsterol sangat rendah. 
4.      Morfologi dan Syarat Tumbuh Pisang
1.      Morfologi Pisang
Morfologi pisang mencakup bagian-bagian tanaman seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Pertumbuhan bagian tanaman tersebut saling berkesinambungan satu dengan yang lainnya. Kendati tanaman pisang tidak terlalu membutuhkan tempat tumbuh yang spesifik, tetap harus diperhatikan persyaratan tumbuh yang dikehendaki agar hasil yang diperoleh bisa lebih optimal
a.       Akar
Sistem Perakaran tanaman pisang keluar (tumbuh) dari bonggol (corm) bagian samping dan bawah, berakar serabut, dan tidak memiliki akar tunggang. Pertumbuhan akar pada umumnya berkelompok menuju arah samping (mendatar) di bawah permukaan tanah, dank e arah dalam (bawah) mencapai sepanjang 4 m – 5 m, namun daya jangkau akar hanya menembus pada kedalaman tanah antara 150 cm – 200 cm.
Pohon pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang yang berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada dibagian bawah tanah. Akar ini tumbuh menuju ke bawah sampai kedalam 75 – 150 cm. Sedang akar yang berada dibagian samping umbi batang tumbuh ke samping atau mendatar. Dalam perkembangannya, akar samping bisa mencapai ukuran 4 – 5 m.
b.      Batang
Batang pisang dibedakan atas dua macam, yaitu batang asli yang disebut bonggol (corm) dan batang palsu atau batang semu. Bonggol (corm) terletak di bawah permukaan tanah dan mempunyai beberapa mata (pink eye) sebagai cikal bakal anakan, dan merupakan tempat melekatnya akar. Batang semu terdiri dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, tumbuh tegak dan kokoh di atas permukaan tanah.




Arecaceae

Taksonomi Familia Arecaceae

            Familia Arecaceae dalam pengklasifikasian mempunyai genus yang jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, banyak pakar yang membagi atas beberapa genus yang jumlahnya kadang-kadang berbeda antara satu pakar dengan pakar yang lain.[1]  
            Tumbuhan ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar di bumi ini, contohnya di Indonesia dikenal sebagai negara kaya dengan berbagai tumbuhan ini. Oleh karena jenisnya begitu banyak, belum semua tumbuhan tergolong kedalam familia Arecaceae yang tumbuh di Indonesia ini diketahui namanya. Hal ini disebabkan banyak jenis tumbuhan ini tumbuh tersebar di hutan-hutan Indonesia, misalnya di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, hinga pula-pulau kecil. Biasanya yang luput dari pengamatan adalah jenis dari segi penampilannya kurang mencolok atau kurang menarik sebagai tanaman hias dan tidak banyak manfaatnya untuk kehidupan.[2]
           Oleh karena itu, pentingnya pengelompokan (Taksonomi) familia Arecaceae agar dapat diidentifikasi jenisnya. Tentang penamaan tumbuhan ini didasarkan pada keseragaman dalam tata nama baru yang semua familia tanaman berkahiran ceae. Berikut ini Sistematika Botani Arecaceae :
Regnum      : Plantae
Divisio        :Magnoliophyta (Angiospermae)
Classis        : Liliopsida (Monocotyledoneae)
Ordo           :Arecales
Familia       : Arecaceae.[3]


B. Morfologi Tumbuhan

1.   Akar (radix)
Akar merupakan bagian pokok bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Pada akar terdapat bagian-bagian, yaitu leher akar atau pangkal akar (collum) yang merupakan bagian akar bersambungan dengan pangkal batang. Ujung akar (apex radicis) merupakan bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan. Batang akar (corpus radicis) adalah bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujungnya.Cabang-cabang akar (radix lateralis), bagian-bagian akar tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok, dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi. Serabut akar (fibrilla radicalis) merupakan cabang-cabang akar yag halus dan berbentuk serabut. Rambut-rambut akar (pilus radicalis), yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang. Bentuknya seperti bulu atau rambut, oleh karena itu dinamakan rambut akar atau bulu akar. Dengan adanya rambut-rambut akar ini bidang penyerapan akar menjadi luas, sehingga lebih banyak air dan zat-zat makanan dapat dihisap. Tudung akar (calyptra) adalah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.[4]
           Sistem perakaran terdiri atas akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang merupakan akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang (radix primaria). Susunan akar yang demikian ini biasa terdapat pada tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) dan tumbuhan biji telanjang (Gymnospermae). Akar serabut adalah akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang aseli dinamakan akar liar, bentuknya seperti serabut, oleh karena itu dinamakan akar serabut (radix adventicia).[5]      
2. Batang (caulis)
           Batang adalah bagian tubuh tumbuhan yang penting dan dapat dibedakan antara tumbuhan yang tidak berbatang dan tumbuhan berbatang. Tumbuhan tidak berbatang (planta acaulis) merupakan tumbuhan yang benar tidak berbatang sesungguhnya tidak ada hanyatampaknya saja tidak ada.hal itu disebabkan karena batang sangat pendek, sehingga semua daunnya keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain merupakan suatu roset (rosula). Batang dibedakan menjadi batang basah (herbaceus), batang berkayu (lignosus), batang rumput (calmus) dan batang mendong (calamus). Batang tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam, contohnya bulat (teres) yang terdapat pada familia Arecaceae. Arah tumbuh batang berbeda-beda, salah satu contohnya adalah tumbuh tegak lurus (erectus), contohnya pada tumbuhan palem-paleman.[6]
3. Daun (folium)      
           Daun adalah bagian tumbuhan (organ), yang terdapat di bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun mempunyai begian-bagian, yaitu pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Morfologi daun diantaranya ujung daun (apeks), tepi daun (margo folii) dan pangkal daun (basal). Bentuk daun (circumscriptio) beranekaragaman contohnya bulat, perisai, melonjong sedangkan untuk tipe daun dikenal ada daun tunggal dan daun majemuk. Pertulangan daun ada yang menyirip, menjari, melengkung dan sejajar.[7]
 4. Bunga (flos)
           Bunga dengan nama latin flos mempunyai bagian-bagian, yaitu tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), hiasan bunga (perianthium) dan alat perkembangbiakan.
a. Tangkai bunga (pedicellus)
            Pedicellus merupakan bagian bunga yang masih jelas bersifat caulis (batang), seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, seakan-akan peralihan daun biasa ke hiasan bunga. Tangkai bunga sering kali melekat daun tangkai (brakteola).

b. Dasar bunga (receptaculum)
            Dasar bunga (receptaculum) adalah tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya tampak duduk dalam satu lingkaran.
c. Hiasan bunga (perianthium)
1). Kelopak (calyx)
            Kelopak merupakan kesatuan daun-daun bunga pertama mulai dari bawah, pada kuncup bunga terletak paling luar. Gunanya untuk melindungi bagian-bagian bunga lainnya dari gangguan luar, sebelum kuncup bunga itu mekar, calyx tidak selalu akan gugur, bilamana bunganya kemudian tumbuh hingga menjadi buah masak.
            Jenis tanaman mempunyai jumlah daun calyx yang berbeda, biasanya jumlah tersebut adalah kelipatan 3. Individu daun kelopak bunga ini bersatu pada dalam mendukung duduknya bakal buah pada dasar bunga. Paduan daun kelopak bunga disebut calyx atau sepalum. Warna kelopak bunga pada umumnya hijau, dengan demikian dapat membantu menyelenggarakan proses fotosintesis. Perlekatan daun dibedakan diantaranya berlekatan, berbagi, bercangap, berlekuk, lepas atau bebas.
2). Mahkota bunga (corolla)
           Corolla merupakan kesatuan daun-daun bunga yang kedua dari bawah yaitu terletak pada lingkaran di atas kelopak bunga yang belum mekar, maka tajuk bunga itu membungkus dan melindungi stamen serta pistillum dari gangguan luar.
           Corolla adalah hiasan bunga paling menarik, bermaca-macam warnanya, merah, ungu, biru, violet. Karena warna dan penampilannya menarik, mahkota bunga secara tidak langsung dan alami menarik perhatian serangga yang dapat membantu proses penyerbukan.
d. Alat perkembangbiakan
1). Benang sari (stamen)
            Benang sari adalah alat kelamin jantan pada bunga. Keseluruhan benang sari pada sekuntum bunga disebut androecium. Benang sari (stamen) yang normal mempunyai tangkai sari (filamentum) dan kepala sari (anthera). Kepala sari yang masih muda semula 4 kantong serbuk sari, bilamana kemudian menjadi dewasa, maka tiap dua kantong serbuk sari melebarkan diri menjadi satu ruang serbuk sari sehingga kepala sari yang telah masak mempunyai ruang serbuk sari yang besar. Kedua ruang serbuk sari itu dihubungkan satu sama lain oleh suatu jaringan yang disebut penghubung ruang sari (connectium) adalah lanjutan dari tangkai sari (filamentum) yang masuk ke dalam kepala sari dan kadang-kadang tumbuh melebar.
2). Putik (pistillum)
           Pistillum adalah alat kelamin betina yang salah satu mengandung sel telur yang setelah dibuahi oleh inti sperma yang berasal dari serbuk sari, akhirnya akan berkembang menjadi lemabaga dan lembaga itulah yang nantinya akan merupakan tumbuhan baru. Bagian putik yang mengandung sel telur itu namanya bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan menjadi biji (semen) dan sementara itu bagian putik yang didalamnya terdapat bakal biji tadi yaitu bakal buahnya (ovarium), akan berubah menjadi buah (fructus). Posisi alat kelamin bunga betina (pistillum) ada di pusat/tengah dasar bunga. Putik terdiri atas daun buah (carpel). Jumlah daun ini bermacam-macam, ada yang tunggal atau simplex dan ada yang majemuk atau compositus. Gabungan karpel-karpel ini membenuk gynoecium. Selanjutnya masing-masing individu gynoecium dinamakan pistillum.[8]
5. Buah (fructus)
           Penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah, dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Buah yang terbentuk dari bakal buah, paling banyak terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur  umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang telanjang (fructus nudus). Pada buah terdapat beberapa lapisan, contohnya pada buah kelapa (Cocos nucifera) yang tergolong  kedalam tipe buah batu (drupa). Buah ini mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu lapisan luar (eksocarpium), lapisan tengah (mesocarpium) dan laipsan dalam (endocarpium).[9]
6. Biji (semen)
            Penyerbukan yang telah terjadi, diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah, dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Tumbuhan berbiji (spermatophyta), biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkannya biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya, dan dapat terpencar ke lain tempat.
            Semua biji itu duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji tempat perlekatan tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusar umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubungi sebagian biji saja. Berdasarkan tipe bijinya, terdapat monokotil (monocotyledoneae) yang mempunyai biji berkeping satu dan dikotil (dicotyledoneae) dengan biji berkeping dua.[10]             

C. Morfologi Familia Arecaceae  

1. Akar (radix)
           Akar Familia Arecaceae adalah akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang.[11]
2. Batang (caulis)
           Tumbuhan ini berbatang tunggal dan tingginya bisa mencapai 30 m yang batangnya kokoh ramping. Merupakan tumbuhan monokotil atau berkeping satu yang berbatang tunggal. Tinggi pohon bisa mencapai 30 m yang batangnya kokoh ramping. memanjat. Tinggi batanggnya (caulis) sangat beragam dan ada yang mencapai 100 meter. Berdasarkan tinggi batang, famili Arecaceae dapat digolongkan berupa pohon tinggi lebih dari 10 meter, pohon sedang (2-10 meter) maupun kurang dari 2 meter. Batang famili Arecaceae ada yang tumbuh tegak ada pula yang merambat pada pohon lain sebagai liana, bentuk yang seperti ini terutama dari spesies-spesies Hypaena dan Dypsis.[12]

3. Daun (folium)
           Daun-daunnya bertulang menyirip (penninervis) atau bentuknya seperti kipas, dengan pelepah daun (vagina) atau tangkai daun (petiolus) yang melebar. Familia Arecaceae umumnya berdaun majemuk. Daun palmately dan pinnately, membentuk tajuk dari batang kokoh yang tidak bercabang, dasar petiole luas, berpelepah dan berserat.[13]
4. Bunga (flos)
           Karangan bunga (tongkol bunga) kerap kali pada ketiak daun (axilaris), kadang-kadang terminal, yang mudah kerapkali keseluruhannya dikelilingi oleh satu seludang daun atau lebih, atau (daun) tangkai dan cabang samping mempunyai seludang kecil. Bunga (flos) duduk pada cabang yang berdaging tebal atau kerapkali tenggelam di dalamnya, berkelamin 1 (unisexualis), jarang berkelamin 2 atau bunga banci (hermaphroditus). Tenda bunga  (perigonium) dalam lingkaran dengan jumlah masing-masing 3, bebas atau bersatu dengan yang lain dan umumnya tebal. Benang sari (stamen) 6 sampai 9 buah atau lebih, jarang berjumlah 3 buah, daun buah berjumlah 3, bebas atau bersatu, bakal buah beruang 1 (unilocularis) sampai beruang 3 (trilocularis), tiap ruang 1 bakal biji (ovulum).[14]
5. Buah (fructus)           
            Buah buni (bacca) atau buah batu (drupa), kadang-kadang tiap-tiap daun buah tumbuh terpisah menjadi sebuah yang berbiji 1. Buah berry, drupe atau nut, biji dengan embrio kecil dan endosperm.[15]


6. Biji (semen)
            Biji dengan tipe monokotil (monocotyledoneae) dengan embrio kecil dan endosperm.[16]         

D. Syarat Tumbuh Familia Arecaceae
  
1. Iklim

           Familia Arecaceae dapat tumbuh dengan baik pada suhu 25 oC – 200 oC. Familia Arecaceae menyukai jika ditanam di daerah yang curah hujannya merata sepanjang tahun atau yang huniannya jatuh selama 7 – 10 bulan dalam setahun. Salah satu tumbuhan yang khas di daerah tropis yang secara alami tumbuh pada hutan primer maupun hutan sekunder termasuk pada daerah bekas perladangan liar dan belukar.[17]
2. Tanah
            Secara umum familia Arecaceae dapat tumbuh pada berbagai keadaan, yaitu di tanah kering dataran rendah dan pergunungan, tanah kering berpasir, tanah liat berpasir. Adapun jenis tanah yang dapat ditumbuhi adalah tanah alluvial (biasanya sepanjang tepi sungai), intosol dan cukup lembab dengan ketinggian antara 0 – 2900 meter dengan iklim basah (tipe A dan B) atau basah sampai kering (tipe A, B, C dan D).[18]
E. Manfaat Tumbuhan Familia Arecaceae

            Beberapa jenis famili Arecaceae termasuk jenis yang serbaguna. Beradasarkan kegunaan jenis-jenis palem dapat dikelompokkan antara lain :
1.      Sumber Karbohidrat, baik dalam bentuk pati maupun gula, contohnya pada aren (Arenga pinnata)
2.      Sumber Minyak. Sudah sejak lama masyarakat Indonesia memanfaatkan kelapa (Cocos nucifera) untuk minyak goreng.
3.      Sumber Bahan Anyaman. Familia Arecaceae merupakan bahan anyaman yang berkulit tinggi. Beberapa jenis palem juga dapat menghasilkan daun yang dapat dianyam, misalnya pada kelapa (Cocos nucifera).
4.      Sumber Bahan Bangunan. Ada jenis-jenis palem yang mempunyai batang yang kuat untuk pengganti kayu contohnya palem raja. Di Bali batang-batang kelapa menjadi tiang ataupun berguna sebagai bahan ukiran perkakas rumah tangga.
5.      sumber tanaman hias. Banyak jenis palem yang sudah dimanfaatkan untuk tanaman hias jalan ataupun tanaman, contohnya pada palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens).[19]
           Famili Arecaceae meliputi berbagai jenis yang sudah dimanfaatkan berjuta-juta penduduk di daerah tropika. Beribu-ribu spesies yang termasuk famili Arecaceae, banyak diantaranya dapat berbentuk pohon setinggi 30 meter. Kebanyakan hidup di daerah tropika dan terdapat di daerah beriklim sedang. Pada jaman kapur atas dan tersier bawah, palma tersebar luas di belahan bumi sebelah utara, sampai sejauh Kanada. Familia Arecaceae jaman sekarang merupakan sumber makanan (kelapa dan lontar), kayu, serat untuk pakaian, daun untuk atap rumah, juga sumber yang menghasilkan minyak, tepung, sagu dan banyak produk lain lagi.[20]
           Familia Arecaceae umumnya memberikan manfaat sebagai makanan, perlindungan, pakaian dan kebutuhan hidup lainnya. Buah (fructus) Cocos nucifera (kelapa) yang sudah masak (matang digunakan sebagai minuman susu dingin dan yang mentah sebagai kopra (endosperm yang dikeringkan) yang kaya akan minyak dan protein. Biji Areca catechu (pinang) digunakan sebagai bahan kunyahan bersama dengan daunnya dan pucuknya digunakan sebagai sayuran.[21]



 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.