Senin, 26 Desember 2011

Gulma


Gulma merupakan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak diinginkan sehingga menimbulkan kerugian bagi kehidupan manusia. Kerugian yang ditimbulkan antara lain pengaruh persaingan (kompetisi) mengurangi ketersediaan unsur hara tanaman mendorong efek alelopati (Nasution,1986).
             Gulma didefinisikan sebagai tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak diingikan oleh manusia.Dengan demilkian an apa saja yang termasuk tanaman budidaya ,dapat dipandang sebagai gulma apabilah tumbuh pada tempat yang tidak diingkan.Tumbuhan yang lebih lazim sebagai gulma biasanya cendrung mempunyai sifat-sifat atau cirri khas tertentu yang memungkinkanya untuk mudah tersebar luas dan mampuh menimbulkan kerugian dan ganmgguan (Anderson, 1977).

            Analisa vegetasi bila digunakan untuk mempelajari tingkat evavorasi hasil p[engendalian gulma ,perubahan fleora alubal metode pengendalian tertentu dari evaluasi herbisida untuk menentukan aktivitas suatu kombinasi terhadap jenis gulma vegatasi dengan struktur dan komposisi yang rendah bila didaerah yang luas dilapangan.metode yang digunakan harus disesuaikan (Crafts,1973)
                                                                                                                                                                  
            Gulma mampu berkembangbiak secara vegetatif maupun generatif dan biji yang dihasilkan secara vegetatif maupun generatif adalah dengan hizoma,stolon,dll. Pembiakan melalui spora umumnya dilakukan oleh bangsa pakisan sedangkan pembiakan biji dilakukan oleh bangsa gulma semusim atau tahunan                       (Sukman dan Yakub,1995).                                                      
             Dalam suatu ekosistem ,komunitas gulma tersusun atas spesies gulma yang macam-macam, menurut cara hidupnya, daur hidupnya dan morfologinya, apabila komunitas gulma hanya terdiri dari satu kelompok spesies yang memiliki sifat yang sama. Maka pengendaliannya akan lebih mudah dilakukan secara cepat. Untuk mengetahui komunitas gulma dilapangan yang kompleks digunakan analisis vegetasi yang sangat bervariasi, tergantung pada keadaan vegetasi itu sendiri dan tujuannya. Tujuan analisis vegetasi secara umum antara lain adalah:
   1.   Mengetahui susunan dan dominasi gulma
   2    Mengetahui suksesi gulma,yang dilakukan dari waktu ke waktu,karena susunan              vegetasi mengalami perubahan sesui perubahan lingkungan
   3.  Mengetahui keragaman komunitas gulma pada suatu lahan
 (Triharso,1994).         
           Gulma dapat digolongkan berdasarkan atas :
   1.  Daerah tempat hidupnya (habitat)
   2.  Daur hidup (umur)
   3.  Respon terhadap herbisida
   4.  Sifat botani
   5.  Cara berkembang biakkan
   6.  Ganas dan kurang ganas
   7.  Yang dapat menimbulkan alelopati
         Menurut habitatnya gulma digolongkan ke dalam:
a.       Gulma obligat yaitu gulma yang sudah ada campur tangan manusia  
b.      Gulma fakultatif yaitu gulma yang belum ada campur tangan manusia
Berdasarkan habitatnya lebih lanjut gulma digolongkan kedalam:
a.       Gulma darat (Terestrial weeds) yaitu tumbuhan yang hidup dan berkembang didarat
b.      Gulma air (Aquatic weeds) yaitu gulma yang hidupnya didaerah perairan
Menurut daur hidupnya,gulma digolongkan ke dalam:
a.       Gulma semusim (annual weeds) yaitu gulma yang hidup hanya dalam satu tahun
b.      Gulma dua musim (binual weeds) yaitu gulma yang hidup lebih dari dua tahun
c.       Gulma tahunan (perennial weeds) yaitu gulma yang hidup lebih dari dua tahun atau tidak ada batasan waktunya.
Menurut morfologi dan res[ppon terhadap herbisida, gulma digolongkan kedalam :
  1. Gulma rerumputan (Grasses Weed) yaitu gulma yang berdaun pita yang berasal dari keluarga poaceae (Graminae)
  2. Gulma berdaun lebar (Broad leaves) yaitu gulam berdaun lebar, yang berasal dari tumbuhan berkeping dua (Dikotil) dan paku-pakuan
  3. Gulma tekian (sedges) yaitu gulma yang berasal dari keluarga Cyperaceae, tergolong monokotil, perakaran serabut, berdaun pita, batang bulat, segitiga, pipih dan massif. Daun tidak mempunyai lidah daun dan titik tumbuhnya tersembunyi.
  4. Gulma pakisan (fern) ialah gulma yang berasal dari keluarga pakisan
(Radosecich and Hold, 1984).
            Berdasarkan sifat botaninya gulma digolongkan kedalam :
  1. Gulma golongan monocotyledoneae (berkeping satu), Contoh : Cyperus rotundus
  2. Gulma golongan dicotyledoneae (berkeping dua), contoh : Amaranthus SP
  3. Gulma golongan pteridophyta (pakisan), contoh : Neprolepsis bisserata
Berdasarkan perkembangbiakannya gulma digolongkan kedalam:
  1. Stolon Yaitu batang yang menjalar di atas di permukaan tanah
  2. Rhizoma yaitu batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah bercabang-cabang dan tumbuh mendatar.
  3. Tuber (Umbi) yaitu metamorfosis akar
  4. Bulbus yaitu umbi memperlihatkan susuna yang berlapis-lapis
  5. Corn yaitu batang yang gemuk, pendek berdaging dan terdapat dalam tanah
  6. Runner yaitu stolon yang internodianya sangat panjang mebentuk tunas pada ujung
  7. Spora, misalnya Pada Nephrolepsis bisserata
  8. Biji, Misalnya Ageratum conyzoides
(Barus, 2003).
            Pengambilan sampel dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu
  1. Pengambilan sampel secara langsung  yaitu dengan cara melemparkan kerangka untuk menentukan letak petak
  2. Pengambilan sampel secara acak tidak langsung yaitu dengan membuat sumbu salib X dan Y pada petakan kasar
  3. Pengambilan sampel secara bertingkat yaitu yang dapat dilakukan secara proporsional dengan membandingkan luas masing-masing stratum
  4. Pengambilan sampel secara beraturan yaitu dengan meletakkan petak contoh secara beraturan dengan jarak yang sama dalam seluruh areal.
(Rukmana dan Sugandi, 1999)
           Pengendalian gulma dimaksudkan untuk menekan pertumbuhan gulma dan mengurangi populasi gulma sehingga penurunan hasil yang diakibatkannya secaran ekonomi menjadi tidak berarti.Cara pengendalian gulma berbeda dengan cara pengendalian hama dan penyakit tanaman pada umumnya                                     (Direktorat jenderal perkebunan, 1983)
           Cara pengendalian gulma dapat digolongkan dalam:
  1. Cara preventif yaitu dengan mengarantinakan tumbuhan atau penggunaan benih berlebel
  2. Cara mekanik yaitu dengan menggunakan alat tradisional seperti cangkul dan sabit dan lainnya.
  3. Cara kultur teknik yaitu dengan menciptakan lingkungan dengan sedemikain hingga keadaan tersebut lebih sesuai dengan tanaman yang diusahakan
  4. Cara biologi yaitu dengan menggunakan organisme lain seperti tumbuhan dan binatang.
  5. Cara kimiawi yaitu dengan menggunakan bahan kimia untuk menghambat dan mematikan gulma
  6. Pengendalian gulma secara terpadu yaitu dengan memadukan berbagai teknik pengendalian menjadi kesatuan pengolahan (Tarigan, dkk, 1987)
                                                                                                                                                                   


1 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.