Senin, 26 Desember 2011

LAPORAN\LAPORAN GENETIKA (Peranan Gen Yang Dipengaruhi Seks)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Jenis kelamin (seks) kita merupakan salah satu karakteristik fenotipe kita yang lebih nyata. Meskipun perbedaan anatomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak. Dasar komponen seksnya sedikit lebih sederhana pada manusia dan manusia lain seperti pada lalat buah. Ada dua varietas kromosom seks yang dilambangkan simbol X dan Y.
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Misalnya pada manusia sistem yang digunakan yaitu X-Y. Akan dihasilkan betina normal jika kromosom seksnya XX dan dihasilkan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Umumnya, penentuan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X, walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y.
Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat akan tampak dikedua jenis kelamin, tetapi salah satu jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. keadaan yang demikian disebut dengan  sex influence genes atau biasa disebut dengan gen yang dipengaruhi jenis kelamin.
Berdasarkan hal tersebut, maka praktikum ini dilakukan. Dalam percobaan ini kita akan mempelajari lebih jauh tentang adanya sifat yang terpaut dengan kromosom seks.

B.     Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada praktikum kali ini adalah menentukan genotipe diri sendiri berdasarkan ukuran jari telunjuk.
                                                                                                                                                                     

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Genetika merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi pada organisme maupun suborganisme. Adapula dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu gen. Terdapat sifat keturunan yang ditentukan oleh gen yang terdapat Dalam autosom. Seperti halnya pada saat mempelajari menurunnya warna bunga pada tanaman atau sifat albino pada manusia, keturunan F1 maupun F2 tidak pernah disebut-sebut jenis kelaminnya. Selain itu pada manusia, sifat-sifat yang menurun dikenal dengan istilah hereditas. Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki jantan atau betina. Baru dalam keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu akan menampakkan diri dalam fenotipe. Beberapa contoh dari gen yang dominansinya dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah kepala botak dan jari telunjuk[1].
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Contohnya, pada belalang menggunakan sistem X-0 (22 + X Jantan; 22 + XX Betina), pada ayam sistem Z-W (76 + ZZ Jantan; 76 + ZW Betina), dan pada lebah sistem haplo-diploid (haploid Jantan, diploid Betina). Sedangkan pada manusia, sistem yang digunakan adalah X-Y. Betina normal akan dihasilkan jika kromosom seksnya XX dan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Tanda-tanda jenis kelamin manusia secara anatomi baru akan mulai terlihat pada umur embrio sekitar dua bulan, karena sebelum waktu itu, bentuk gonadnya cenderung sama dan masih bisa berubah menjadi ovarium atau testis, terkandung pada kondisi hormon di tubuh embrio tersebut elain untuk menentukan jenis kelamin, kromosom seks pada manusia juga memiliki banyak gen, khususnya pada kromosom X. Cara pewarisan sifatnya sama dengan pewarisan yang lain. Namun perlu dicatat, bahwa alel terpaut seks dari seorang ayah akan diwariskan kepada seluruh anak perempuannya, tetapi anak laki-lakinya tidak akan memperoleh satupun dari alel tersebut. Berbeda sekali dengan seorang ibu yang bisa mewariskan alel terpaut seksnya kepada anak laki-laki dan perempuannya. Umumnya, penurunan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X, walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y[2].
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Misalnya pada manusia sistem yang digunakan yaitu X-Y. Akan dihasilkan betina normal jika kromosom seksnya XX  dan dihasilkan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Umumnya, penentuan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X, walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y[3].
Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat akan tampak dikedua jenis kelamin, tetapi salah satu jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. keadaan yang demikian disebut dengan  sex influence genes atau biasa disebut dengan gen yang dipengaruhi jenis kelamin[4].
Semua jenis keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen yang terdapat pada autosom. Selain gen-gen dikenal pula gen-gen yang demikian ini disebut gen-gen terangkai kelamin. Peristiwa dinamakan rangkai kelamin atau dalam inggrisnya disebut Sex Lingkange. Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki atau jantan maupun perempuan atau betina. Baru dalam keadaan homozigot resesif pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam fenotif. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kanan kiri pada suatu alas yang terdapat suatu garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka kita dapat ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau apakah lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut yang mengidentifikasi bahwa suatu individu-individu mungkin mempunyai kandungan gen absolute yang sama ketidakaktifan kromosom menciptakan sub populasi dengan membedakan kandungan gen aktif[5].




[1]Campbell, Biologi (Jakarta: Erlangga, 2002), h.97.
[2]Shykill, Gen Yang Dipengaruhi OLeh Jenis Kelamin, http:www//Shykill.blogspot.com. gen-yang-dipengaruhi-oleh-jenis-kelamin.html (24 Desember 2009).

[3]Suryo, Genetika Strata 1, (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2008), h. 204.
[4]Ibid.

[5]Kimball, John. Biologi (Jakarta: Erlangga, 1983), h. 213.
                                                                                                                                                       

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.    Waktu dan Tempat
            Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum kali ini adalah :
Hari/tanggal                : Kamis, 17 Desember 2009
Waktu                         : 15.00 – 17.00 Wita
Tempat                        : Laboratorium Biologi lantai III Gedung B
                                      Fakultas Sains dan Teknologi
                                      Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                      Samata, Gowa.

B.     Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah kertas, pulpen dan penggaris.


C.    Cara Kerja
Adapun cara kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah :
1.      Membuat sebuah garis horisontal yang jelas pada suatu halaman buku sendiri.
2.      Meletakkan tangan kanan atau tangan kiri di atas kertas tersebut.
3.      Membubuhkan tanda dimana jejak ujung jari telunjuk dengan menggunakan pensil atau pulpen.
4.      Mencatat hasil pengamatan.
                                                                                                                                                         

DAFTAR PUSTAKA

Campbell. Biologi. Jakarta: Erlangga. 2007.
Shykill. Gen Yang Dipengaruhi Oleh Jenis Kelamin. http:www//Shykill.blogspot. com.gen-yang-dipengaruhi-oleg-jenis-kelamin.html (24 Desember 2009).

Kimball, W. John. Biologi Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. 2005.
Suryo. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. 2008.




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.