Senin, 26 Desember 2011

LAPORAN MIKROBIOLOGI (Pengenalan alat)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada saat sekarang ini alat merupakan salah satu pendukung dari pada keberhasilan suatu pekerjaan di laboratorium. Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsaungnya prakrikum pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan[1].
               Mikrobiologi berasal dari kata mikro (kecil atau renik), bio (hidup) dan logos (hidup). Jadi mikrobiologi merupakan bidang ilmu biologi yang mengkaji tentang mikroba yang mencakup bermacam-macam kelompok organisme mikroskopik yang terdapat sebagai sel tunggal maupun kelompok sel seperti bakteri, alga, protozoa dan fungi mikroskopik, bahkan virus[2].
Mikrobiologi merupakan bidang ilmu biologi yang mengkaji tentang mikroba yang mencakup bermacam-macam kelompok organisme mikroskopik yang terdpat sebagai sel tunggal maupun kelompok sel bakteri, alga, protozoa, dan fungi mikroskopik. Dewasa ini kajian mikrobiologi mengalami perkembangan yang pesat. Kajian yang lebih khusus sebagai perkembangan dari ilmu mikrobiologi dapat dikelompokkan berdasarkan tujuannya, misalkan taksonomi, habitat, dan cakupan masalh seta hubungannya dengan disiplin ilmu lain[3]  
            Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi.


B.     Tujuan
            Adapun tujuan yang ingin dicapai pada praktikum kali ini adalah untuk mengetahui beberapa contoh alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi.














[1] Hafsah Penuntun Praktikum Mikrobiologi Umum (Fakultas Sains dan Teknologi UIN: Makassar. 2011) h. 1
[2] Hafsah, Penuntun Praktikum Mikrobiologi Umum (Fakultas Sains dan Teknologi UIN: Makassar. 2009) h. 1
[3] Ibid


                                                                                                                                                           

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikrobiologi berasal dari kata mikro (kecil atau renik), bio (hidup) dan logos (ilmu). Jadi mikrobiologi merupakan bidang ilmu biolgi yang mengkaji tentang mikroba yang mencakup bermacam-macam kelompok organisme mikroskopik yang terdapat sebagai sel tunggal maupun kelompok sel seperti bakteri, alga, protozoa dan fungi mikroskopik, bahkan virus meskipun virus tidak termasuk sel sebab materi genetiknya hanya dibungkus oleh protein dan tidak memiliki kemampuan tumbuh secara mandiri[1].
Istilah mikroba (disebut juga mikroorganisme, mikrobia, maupun jazad renik) bukan nama dari suatu kelompok organism seperti hewan  dan tumbuhan, melainkan suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan suatu organisme yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa menggunakan mikroskop. Secara umum, mikroba merupakan organisme yang sangat sederhana. Umumnya bakteri, protozoa, dan beberapa alga serta fungi mikroskopik merupakan mikroba bersel tunggal. Bahkan mikroba yang multiselluler pun tidak memiliki ukuran sel yang besar[2].
Dalam bidang mikrobiologi ada beberapa teknik-teknik dasar tertentu yang perlu diketahui dan dipahami serta dipelajari oleh mahasiswa termasuk para peneliti dalam bidang mikrobiologi untuk digunakan dalam laboratorium. Teknik-teknik tersebut digunakan dalam memelihara bakteri, mengisolasinya dalam biakan murni (hanya mengandung satyu macam bakteri), mengamatinya dan mengidentifikasi mikroorganisme[3].
Sejak dahulu orang telah menduga bahwa penyakit itu ada penyebabnya. Ada yang mengira bahwa penyakit itu disebabkan kutukan dewa. Karena itu, mereka mengobati dan mencegahnya dengan mantra-mantra dan ajimat. Antara tahun 1000 dan tahun 1400 penyakit pada umumnya dianggap sebagai hukuman atas dosa[4].
Hippocrates menyangka bahwa penyakit malaria disebabkan oleh hawa busuk, karena itu banyak terdapat di daerah rawa-rawa[5].
Tentang mikroba penyebab penyakit ini, Robert Koch, tahun 1884, mengemukakan hokum yang disebut Postulate Koch, yang menyatakan bahwa suatu mikroba dianggap sebagai penyebab suatu penyakit, bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.         Mikroba tersebut harus terdapat pula pada orang lain yang menderita penyakit yang sama dan tidak terdapat pada orang yang sehat.
2.         Mikroba tersebut harus dapat diisolir dari penderita dan dibiakkan secara murni.
3.         Mikroba tersebut harus menimbulkan penyakit yang sama bila ditularkan kepada orang lain yang sehat.
4.         Dari penderita kedua inipun harus dapat diisolir mikroba yang asal secara murnia pula[6].
Di dalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alat yang berada dalam laboratorium. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang fungsi dan sifat-sifat dari alat yang digunakan. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium kimia yaitu berupa alat-alat gelas antara lain: tabung reaksi, cawan petri, pipet ukur dan pipet volumetrik, labu ukur (tentukur), labu erlenmeyer, gelas piala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spiritus, kaki tiga dengan kawat asbes dan rak tabung[7].
Di samping peralatan gelas tersebut pada laboratorium mikrobiologi masih ada sejumlah alat yang khusus antara lain: otoklaf, oven, mikroskop, jarum ose (inokulasi), jarum preparat, gelas objek, kaca penutup, keranjang kawat untuk sterilisasi, inkubator untuk membiakkan mikroorganisme dengan suhu yang konstan, spektrofotometer untuk mengukur kepekatan suspensi atau larutan. Penangas air untuk mencairkan medium, maknetik stirrer untuk mengaduk dan tabung durham untuk penelitian fermentasi[8].
Di dalam pekerjaan mikrobiologi dibutuhkan alat yang khusus untuk melihat mikroorganisme. Salah satu alat yang sering digunakan adalah mikroskop. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran kecil. Mikroskop dalam bahasa Yunani dari micron yaitu kecil dan scopos yaitu tujuan. Jadi, mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Daya pembesaran mikroskop menyebabkan kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Pembesaran yang dapat mikroskop adalah sekitar 100 kali sampai 400.000 kali. Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop electron[9].
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC[10].
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC[11].
Colony counter berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala atau kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di reset[12].
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip[13].
Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml[14].
            Pipet ukur merupakan alat untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui. Tersedia berbagai macam ukuran kapasitas pipet ukur, diantaranya pipet berukuran 1 ml, 5 ml dan 10 ml. Cara penggunaanya adalah cairan disedot dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai dengan volume yang diingini. Volume yang dipindahkan dikeluarkan menikuti skala yang tersedia (dilihat bahwa skala harus tepat sejajar dengan mensikus cekung cairan) dengan cara menyamakan tekanan filler dengan udara sekitar[15].     
            Pipet tetes (Pasteur Pippete), fungsinya sama dengan pipet ukur, namun volume yang dipindahkan tidak diketahui. Salah satu penerapannya adalah dalam menambahkan HCl atau NaOH saat mengatur pH media, penambahan reagen ada uji biokimia, dan lain-lain[16].
            Centrifuge merupakan alat yang berfungsi sebagai pemisah zat dalam cairan yang diduga dapat mengendap dengan cara pemutaran menggunakan kekuatan rotasi. Dengan pemutaran kecepatan tertentu, zat-zat yang tidak terlarut akan mengendap. Satuan yang digunakan pada centrifuge adalah Rpm (Rotation per meter). Perinsip kerja dari alat ini adalah zat yang akan dipisahkan dimasukkan kedalam tabung yang terdapat pada centrifuge, kemudian menutup lubang pada centrifuge agar udara yang masuk tidak mempengaruhi zat yang akan dipisah. Setelah itu tentukan waktu dan rotasi putaran yang diinginkan, dengan memutar tombol Timer dan Rotation[17].





                [1] Hafsah, mikrobiologi umum (Makassar; 2009), h. 1.
[2] Syahruddin, Sartini, dan Natsir, Analisis Mikrobiologi Farmasi (Universitas Hasanuddin; Makassar, 2006). h. 1.

[3] M. Natsir Djide dan Sartini, Mikrobiologi Farmasi Dasar (Universitas Hasanuddin; Makassar, 2006). h. 59.
                [4] Indan Entjang, Mikrobiologi dan Parasitologi (Bandung; 2003), h. 2.
                [5] Ibid.
                [6] Indan Entjang. op.cit.h. 3.
                [7] Pengenalan Alat dan Sterilisasi, http://farmasiq.blogspot.com/feeds/com-ments.default (01 Februari 2010).
                [8] Ibid.
                [9] Ibid.
                [10] Pengenalan Alat-Alat Mikrobiologi, http://validator.w3.org/check/referer (01 Februari 2010            2009).               
[11] Ibid.
[12] Pengenalan Alat Mikrobiologi, http://www.blogger.com/blog-this.  ( 01 Februari 2010).
[13] Ibid.
[14] Ibid.
[15] Ibid.
[16] Ibid.
[17] Pengenalan Alat dan Mikrobiologi, http://farmasiq-blogspot.com. (01 Februari 2010).
                                                                                                                                                       
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat
            Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah :
Hari/Tanggal   : Selasa/01 Februari 2011
Pukul               : 10.00 – 13.00 Wita
Tempat            : Laboratorium Mikrobologi Lantai II
                          Fakultas Sains dan Teknologi
                          Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata, Gowa.

B. Alat dan Bahan
            Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah mikroskop, Gegep, Labu Erlenmeyer (50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml, dan 1000 ml), Ose bulat dan lurus, Tabung durham, Tabung reaksi, Batang bentuk V, Thermometer, Batang Pengaduk, Rak tabung, Pipet tetes, Spoid, Gelas kimia (250 ml, 500 ml, dan 1000 ml) Bunsen, Cawan petri, Inkubator, Otoklaf, Kompor gas, Kulkas, Refrigerator, Spektrofotometer, Colony counter, Neraca analitik, Oven, Vortex, Sentrifuge, Lamina air flow, Shaker, Inkubator shaker, masker, lateks, aluminium foil, Mickropipet, Water bath, dan Magnetik stires .







C. Cara Kerja
            Adapun cara kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah :
1. Menyiapkan alat-alat dan bahan mikrobiologi
2. Mengamati bagian-bagian dari alat-alat tersebut dan mengetahui fungsinya masing-masing.
3. Menggambar semua alat-alat Laboratorium Mikrobiologi dan menuliskan bagian-bagiannya.
                                                                                                                                                      
B. Pembahasan
            Adapun pembahasan pada praktikum kali ini adalah :
1.    Labu Erlenmeyer
a.    Prinsip kerja
Prinsip kerja dari labu erlenmeyer ini yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia secara langsung atau dengan menggunakan corong dengan cara hati-hati.
b.    Fungsi
Labu erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung aquades, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dan lain-lain. Labu erlemeyer terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml, dan sebagainya[1].
2.    Gelas kimia
a.    Prinsip kerja
Prinsip kerja dari gelas kimia ini yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia secara langsung dengan cara hati-hati.
b.    Fungsi
Gelas kimia merupakan alat yang tahan terhadap panas dan memiliki banyak fungsi, dapat digunakan sebagai tempat larutan atau zat cair, dapat pula digunakan untuk preparasi media, dan lain-lain, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur volume. Ukuran gelas ini bermacam-macam mulai dari 50 ml sampai 1000 ml. Pada prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia secara langsung dengan hati-hati[2].
3.    Gelas ukur
a.    Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia secara dengan berhati-hati.
b.    Fungsi
Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan[3].
4. Batang gelas bengkok
a. Prinsip kerja
Prinsip kerja batang gelas bengkok ini yaitu dengan cara mengaduk larutan atau zat kimia secara langsung.



a.    Fungsi
Fungsi dari batang gelas bengkok ini yaitu untuk mengaduk bahan kimia atau menghomogengkan medium yang akan dibuat[4].
5.    Corong
a.    Prinsip kerja
Prinsip kerja pada alat ini yaitu larutan langsung dituangkan ke dalam mulut corong, dimana sebelumnya ujung corong telah dimasukkan ke dalam mulut tabung.
b.    Fungsi
Corong berfungsi untuk memasukkan suatu larutan ke dalam suatu tempat yang mempunyai mulut yang kecil.
6. Cawan Petri
a. Prinsip kerja
                 Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Prinsip kerjanya yaitu medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup.
b. Fungsi
Cawan petri berfungsi sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif dan sebagai tempat pengujian sampel.
                       
7. Ose
a. Prinsip kerja
                 Prinsip kerjanya yaitu sebelum alat ini digunakan, terlebih dahulu disterilkan dengan memanaskan ujungnya sampai berpijar, kemudian membiarkan ujung ose dingin sebelum digunakan untuk mencegah matinya bakteri.
b. Fungsi
Ose berfungsi untuk Menginokulasi kultur mikrobia khususnya mikrobia aerob dengan metode streak juga untuk mengambil dan menggores MO, terdiri dari ose lurus untuk menanam MO dan ose bulat untuk menggores MO yang biasanya berbentuk zig-zag.       
8. Gegep
a. Prinsip kerja
                 Prinsip kerja Ose ialah dengan cara memegang bagian pegangan gegep, kemudian menjepit tabung reaksi yang ingin dipanaskan.
b.    Fungsi
Gegep berfungsi untuk menjepit tabung reaksi yang ingin dipanaskan.
9. Spoit
a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memasukkan jarum spoit ke dalam suatu larutan, kemudian menarik keluar bagian pendorong dari spoit.

b.    Fungsi 
Spoid berfungsi untuk mengambil larutan, zat hasil pengukuran, atau zat yang mau diuji. Alat ini dapat disterilisasikan dengan menggunakan otoklaf (uap air bertekanan) dimana sebelum disterilisai dibungkus terlebih dahulu.
10. Pipet tetes.
a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menekan bagian karet dari pipet tetes ini, kemudian bagian ujungnya dimasukkan ke dalam larutan dan melepaskan karet tersebut.
b.    Fungsi
Pipet tetes berfungsi untuk untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui.
11. Tabung durham
a. Prinsip kerja
                 Prinsip kerjanya yaitu tabung durham dicuci, kemudian diisi dengan medium yang terdapat pada tabung reaksi dengan menggunakan pipet yang ujungnya kecil.
b. Fungsi
Alat ini berfungsi untuk menampung atau menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan.


12. Bunsen
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan membakar bagian atas atau sumbu dari bunsen.
     b. Fungsi
   Alat ini berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar bunsen dan juga mempunyai fungsi lain, yakni mengamankan praktikan pada saat melakukan penanaman medium.  
13. Sikat tabung
     a. Prinsip kerja
                     Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memasukkan secara langsung sikat ini ke dalam tabung, kemudian memutar-mutarnya agar tabung reaksi benar-benar besih.
b.    Fungsi
Sikat tabung ini berfungsi untuk membersihkan bagian dalam dari tabung reaksi.
14. Thermometer
a. Prinsip kerja
                     Prinsip kerja alat ini ialah dengan memasukkan ujung termometer ke dalam larutan yang ingin diukur suhunya dengan memegang tali agar tidak tercampur dengan suhu kamar.

b. Fungsi
                     Fungsi alat ini digunakan untuk mengukur suhu.         
15. Rak tabung
a. Prinsip kerja
       Prinsip kerjanya yaitu dengan memasukkan tabung reaksi ke dalam lubang rak tabung.
b.    Fungsi
Rak tabung ini berfungsi untuk menyimpan tabung-tabung reaksi baik yang digunakan pada saat praktikum ataupun yang tidak digunakan.
16. Labu ukur
     a. Prinsip kerja
                     Prinsip kerjanya yaitu dengan memasukkan medium atau larutan ke dalam labu ukur sesuai yang diinginkan.  
b. Fungsi
                     Fungsi alat ini sama dengan gelas ukur namun bentuknya yang berbeda, pada labu ukur memiliki tutup dan lehernya agak panjang dan memiliki badan yang besar.                            
17. Tabung reaksi
a. Prinsip kerja
Prinsip kerjanya yaitu pada waktu memanaskan media yang ada didalam tabung reaksi, tabung reaksi harus berada dalam keadaan miring diatas nyala api dan mulut tabung jangan sekali-kali menghadap pada diri kita atau orang lain. Tabung reaksi yang disterilkan didalam autoklaf harus ditutup dengan kapas dan aluminium foil.
b. Fungsi
Tabung reaksi ini berfungsi untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.
18. Sentrifuge
     a. Prinsip kerja
   Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memutar tabung reaksi, dimana ukuran tabung reaksi yang digunakan harus sama. Pemakaian alat ini membutuhkan pengalaman, sebab apabila memutarnya terlalu cepat atau terlalu pelan, maka akan mengakibatkan kecelakaan dalam bekerja, begitupun peletakan tabung harus dalam keadaan seimbang.
     b. Fungsi
                     Alat ini berfungsi sebagai pemisah zat dalam cairan yang diduga dapat mengendap dengan cara pemutaran menggunakan kekuatan rotasi.
19. Neraca analitik
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan meletakkan bahan sehingga akan tertera secara langsung pada layar berat bahan tersebut.
     b. Fungsi
                     Nearaca analitik ini berfungsi untuk menimbang bahan kimia.

20. Oven
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja dari alat ini yaitu terlebih dahulu memeriksa tegangan yang diperlukan untuk beroperasinya oven, biasanya 110 atau 220 volt. Kemudian menekan saklar power indikator lampu menyala, setelah itu mengatur suhu dalam ruangan yang diinginkan dengan cara memutar pengatur suhu, begitu pula dengan waktunya.
     b. Fungsi
                     Oven berfungsi untuk mensterilkan alat- alat gelas yang tahan terhadap panas.
21. Kulkas      
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memasukkan medium secara langsung kedalamnya, kemudian mengatur suhunya sesuai dengan ketentuan.
     b. Fungsi
                     Alat ini berfungsi sebagai pendingin dan sebagai tempat untuk mengawetkan mikroba.
22. Inkubator
     a. Prinsip kerja
   Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memasukkan atau menyimpan biakan murni mikroorganisme, kemudian mengatur suhunya, biasanya hanya dapat diatur diatas suhuh tertentu.
     b. Fungsi
                     Fungsi inkubator adalah untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol.
23. Kompor gas
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memanaskan otoklaf atau oven diatas kompor gas.
     b. Fungsi
          Kompor gas berfungsi sebagai alat untuk memanaskan medium.
24. Enkas
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu pada saat sebelum memasukkan media, alat ini harus disterilkan terlebih dahulu.
     b. Fungsi
                     Alat ini memiliki fungsi untuk mensterilisasikan alat-alat bersekala dengan menggunakan uap air panas.
25. Otoklaf
a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memasukkan medium yang ingin disterilkan, selanjutnya penutup otoklaf dipasang dan sekrup dikencangkan. Keran pengatur tempat keluar uap air dibiarkan tetap terbuka hingga semua udara terdesak keluar. Apabila sterilisasi telah selesai otoklaf dibiarkan tekanan turun hingga nol. Kran uap air dibuka secara perlahan. Jangan membuka kran uap untuk nmempercepat turunnya tekanan, tunggu sampai tekanan menunjukkan angka nol.
b. Fungsi
26. Vortex
     a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan meletakkan tabung reaksi di atas wadah penyimpanan lalu dihomogenkan.
b.      Fungsi
           Fungsi dari vortex untuk menghomogenkan larutan atau medium  khusus pada tabung reaksi.
27. Sepktofotometer
     a. Prinsip kerja
                     Prinsip kerja alat ini adalah membiaskan cahaya kedalam kupet yang berisi sampel (zat), sebagian sinar akan ada yang diteruskan dan sebagian lagi akan diserap. Saat pemasangan kupet ke dalam sepektometri tidak boleh menggunakan tangan, karena minyak yang terdapat pada tangan akan menempel pada kupet dan mempengaruhi hasil akhirnya.
     b. Fungsi
                     Alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah pertumbuhan bakteri.


28. Mikroskop
a. Prinsip kerja
                 Prinsip kerja dari mikroskop ini adalah dengan memantulkan cahaya melalui cermin, lalu diteruskan hingga lensa objektif. Di lensa objektif bayangan yang dihasilkan adalah maya, terbalik dan diperbesar. Kemudian bayangan akan diteruskan dan menghasilkan bayangan tegak, nyata dan diperbesar oleh mata pengamat. Semakin banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin, maka akan semakin terang pula mikroorganisme yang dilihat. Mikroskop ini memiliki pembasaran objektif (10x dan 40x) serta pembesaran okuler (10x).
     b. Fungsi
Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang.
29. Coloni counter
a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini yaitu setelah kita ON kan, kita menyimpan cawan petri yang berisi bakteri atau jamur ke dalam kamar hitung, kemudian mengatur alat penghitung pada posisi (000) dan mulai menghitung dengan menggunakan jarum penunjuk sambil melihat jumlah pada layar hitung.
b.      Fungsi
Alat ini berfungsi untuk menghitung jumlah coloni dari bakteri.

30. Shaker
a. Prinsip kerja
                 Prinsip kerja alat ini ialah dengan meletakkan tabung erlenmeyer di atas wadah shaker, kemudian menyalakan shaker untuk mengocok larutan yang ada di dalam tabung erlenmeyer.
b.      Fungsi
           Shaker digunakan untuk mengaduk larutan zat sehingga terbentuk larutan yang homogen.
31. Laminar air flow
     a. Prinsip kerja
               Prinsip kerjanya yaitu dengan cara hidupkan lampu UV selama 2 jam, selanjutnya matikan segera sebelum mulai bekerja. Pastikan kaca penutup terkunci dan pada posisi terendah. Nyalakan lampu neon dan blower.  Masukkan alat dan bahan yang akan dikerjakan, jangan terlalu penuh (overload) karena memperbesar resiko kontaminan. Atur alat dan bahan yang telah dimasukan ke laminar air flow sedemikian rupa sehingga efektif dalam bekerja dan tercipta areal yang benar-benar steril. Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu oleh aktivitas kerja.  Setelah selesai bekerja, biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak keluar dari laminar air flow.


b.      Fungsi
   Fungsi dari alat ini yaitu untuk  pengerjaan secara aseptis karena memiliki pengaturan dan penyaringan aliran udara.



[1] Pengenalan Alat dan Mikrobiologi, http://farmasiq-blogspot.com. (04 November 2009).
[2] Ibid.
[3] Ibid.
[4]Pengenalan Alat dan Mikrobiologi, http://farmasiq.blogspot.com/feeds/com-ments.default (04 November 2009).
                                                                                                                                                                                                                


DAFTAR PUSTAKA

Entjang Indan, dr. Mikrobiologi dan Parasitologi. PT. Citra Aditya Bakti; Bandung. 2003.

Hafsah. Mikrobiologi Umum. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Makassar. 2009.

M. Natsir Djide, Mikrobiologi Farmasi Dasar. Universitas Hasanuddin; Makassar. 2006.

Syahruddin Kadir, Dr. Analisis Mikrobiologi Farmasi. Universitas Hasanuddin; Makassar. 2006.

Anonim, Pengenalan Alat dan Mikrobiologi, http://farmasiq-blogspot.com. (04 November 2009).

Anonim, Pengenalan Alat dan Sterilisasi, http://farmasiq.blogspot.com/feeds/com-ments.default (01 Februari 2011).

Anonim, Pengenalan Alat-Alat Mikrobiologi, http://validator.w3.org/check/referer (04 November 2009).

Anonim, Pengenalan Alat Mikrobiologi, http://www.blogger.com/blog-this.g (01 Februari 2011).








0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.