Selasa, 27 Desember 2011

KUALITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN RUMAH TANGGA DI DESA PESAREAN KECAMATAN ADIWERNA KABUPATEN TEGAL


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Air tanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Air tanah merupakan sumber daya penting dalam irigasi, industri dan air minum makin meluas. Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari dilingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan, kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Jumlah penduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air.
Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut air tanahlah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil.
Perkembangan peradaban serta semakin bertambahnya jumlah penduduk dengan sendirinya menambah aktivitas kehidupan terutama di daerah industri khususnya di Desa Pesarean yang terletak di sebelah selatan kota Tegal. Desa Pesareaan ini merupakan salah satu desa yang terkenal dengan industri khususnya logam yang merupakan bahan dasar pembuatan alat – alat rumah tangga, elektronika,  dan peralatan mobil. Jenis indusrtri logam ini antara lain memanfaatkan bahan dasar dari aki bekas dan aluminium yang limbahnya sangat berpengaruh sekali terhadap kondisi air. Apalagi ketika musim hujan tiba sisa – sisa peleburan dari aki bekas dan aluminium tersebut yang hanya ditaruh di tanah akan terasa menyengat dan resapan air tersebut mengakibatkan hambar. Jenis industri ini merupakan mata pencaharian penduduk dimana tempat produksi sekaligus dijadikan tempat tinggal. Penambahan fungsi rumah sebagai tempat usaha tidak diikuti penambahan fasilitas pendukungnya terutama penambahan fasilitas pembuangan limbah tersebut.
Limbah yang berasal dari aluminium berawal dari pasir aluminium yang dilebur menjadi cair, cairan tersebut diambil dan dipadatkan menjadi batangan aluminium. Sisa dari peleburan tersebut dinamakan karakal atau awu. Sedangkan untuk aki diperoleh dari aki yang telah dibongkar kemudian elemen timahnya diambil dan dikeringkan, setelah kering baru dilakukan proses peleburan menjadi elemen cair kemudian dipadatkan sebagi bahan dasar, sisa peleburan tersebut dinamakan karakal yang dibuang begitu saja diatas tanah. Sebuah rumah sebagai tempat tinggal haruslah memenuhi syarat – syarat kesehatan, diantaranya mengenai air.
Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Sumber air bagi penduduk Desa Pesarean berasal dari air sumur, dimana sebagian besar rumah penduduk sudah memiliki sumur sendiri.
Air sumur yang digunakan penduduk saat ini dirasakan sudah terpengaruh oleh adanya limbah industri logam sehingga dilihat secara fisik yaitu dari segi warna agak keruh, dan dari segi rasa hambar apabila air itu di konsumsi. Berbagai keluhan datang dari penduduk yang mengatakan bahwa air yang mereka gunakan untuk keperluan hidup sehari-hari sudah tidak sehat lagi.
Dengan adanya keluhan dari masyarakat tersebut peneliti mencoba meneliti kualitas air yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang ada di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas pokok permasalahan yang timbul dalam masalah ini adalah :
1.      Bagaimana kualitas air yang digunakan penduduk Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal baik secara fisik, kimia, maupun biologi ?
2.      Berapa banyak air bersih yang digunakan penduduk Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal ?

C.    Tujuan Penelitian
Penelitian dengan judul "Kualitas Air Bersih Untuk Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal ", bertujuan untuk:
1)     Mengetahui kualitas air yang digunakan penduduk secara fisik, kimia, maupun biologis.
2)     Mengetahui kebutuhan air bersih yang digunakan oleh penduduk setempat.

D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat akademis dan praktis yaitu :
1)     Sebagai salah satu sumbangan ilmu pengetahuan geografi khususnya hidrologi lingkungan.
2)     Memberikan sumbangan pengetahuan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin hari terancam kualitasnya.
3)     Untuk penelitian yang sejenis hendaknya menjadikan skripsi ini sebagai bahan referensi.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.     Arti Penting Air
Air adalah sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan media penularan penyakit, disamping out juga pertambahan jumlah penduduk didunia ini yang semakin bertambah jumlahnya sehingga menambah aktivitas kehidupan yang mau tidak mau menambah pencemaran air yang pada hakikatnya dibutuhkan[1].
Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, mengakibatkan sumber daya air di dunia telah menjadi salah satu kekayaan yang sangat penting. Air merupakan hal pokok bagi konsumsi dan sanitasi umat manusia, untuk produksi barang industri,  serta untuk produksi makanan dan kain. Air tidak tersebar merata di atas permukaan bumi, sehingga ketersediaannya disuatu tempat akan sangat bervariasi menurut waktu[2] (Linsty 1989 : 76).
Air juga merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat berharga,
tanpa air tidak mungkin ada kehidupan di muka bumi ini. Salah satu sumber air
yang dapat dimanfaatkan adalah air tanah (Johanes dalam Suparmin, 2000 : 7).
Air tanah adalah air yang bergerak pada tanah yang terdapat di dalam ruang-ruang
butir-butir tanah yang membentuk dan di dalam retak-retak batuan (Suyono 1993 :
93). Air tanah ditemukan pada zone geologi permeable (tembus air) yang dikenal
dengan akuifer yang merupakan formasi pengikat air. Berdasarkan pada kondisi
air tanah, air tanah diklasifikasikan dalam lima jenis antara lain air tanah dalam
dataran alluvial, air tanah dalam kipas detrital, air tanah dilluvial, air tanah di kaki

B.    Sumber Air Minum
C.    Kebutuhan Air bersih
D.    Manfaat Air Tanah Dangkal (Sumur)
E.     Peranan Air dalam Kehidupan



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yakni menjelaskan data-data yang diperoleh dalam penelitian untuk memperoleh kesimpulan dengan pendekatan presentase.

B.    Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel tunggal yaitu kualitas air untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga di Desa Paserean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.

C.    Definisi Operasional Variabel
1.      Kualitas air adalah standar kualitas yang terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 yang digunakan sebagai parameter air yang 26 digunakan oleh penduduk Desa Pesarean, yang meliputi aspek fisik, kimia, dan,  biologi.

D.    Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
1.   Penelitian dilakukan dengan metode survei, di mana Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal dijadikan sebagai daerah pengamatan. Pengambilan sampel airnya diambil langsung dari beberapa sumur yang telah diacak terlebih dahulu yaitu 6 sumur dari jumlah keseluruhan 629 sumur dengan ketentuan yaitu 2 sampel air sumur yang dekat dengan limbah 2 sampel air yang agak jauh dari limbah, dan 2 sampel air lagi yang jauh dari limbah. Parameter kimia pengambilan sampel masing – masing 1 liter air untuk dimasukkan dalam botol yang sebelumnya telah dibersihkan dan dibilas dengan air suling dahulu, kemudian dikeringkan.
2.   Analisis laboratorium dilakukan di Balai Laboratorium Semarang untuk mendapatkan standar baku mutu air bersih agar air tersebut dapat diketahui boleh tidaknya digunakan oleh penduduk untuk keperluan sehari – hari, kendala yang dihadapi dalam hal kualitas air dan solusinya bagi penduduk.
3.   Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pesarean Kecamatan Adiwena Kabupaten Tegal pada tahun 2005.

E.     Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah botol, lilin turbidity, termometer air raksa, pH meter, Wingkler DO meter, kalori meter, saringan, tabung reaksi, tabung durham, inkubator dan photometer.
2.    Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu sampel air sumur, Asam sulfat, dan larutan lactose.

F.     Prosedur Penelitian
Adapun Prosedur kerja penelitian ini antara lain:
1.    Melakukan observasi untuk mengamati secara langsung keadaan di Lapangan sejak awal yaitu pada saat survey hingga pelaksanaan penelitian.
2.    Mengamati proses pertama pembuatan barang industri sampai menjadi barang setengah jadi, serta hasil akhir yang berupa limbah sampai pada kondisi air yang ada di daerah penelitian.
3.    Membagikan angket berisi tentang daftar pertanyaan terhadap keluarga untuk mengetahui jumlah pemanfaatan air untuk kebutuhan rumah tangga setiap harinya.
4.    Mengambil sampel air sumur di lapangan dan menyimpannya dalam wadah botol.
5.    Melakukan analisis laboratorium untuk mengukur parameter fisika, kimia dai biologis dari sampel air tersebut.

G.    Analisis Data
Adapun data yang diperoleh dari hasil penelitian, dianalisis dengan menggunakan metode, yakni:
1)   Metode Deskriptif Kuantitatif yaitu metode yang digunakan untuk menjelaskan data-data yang diperoleh dalam penelitian untuk memperoleh kesimpulan. Jenis analisis deskriptif yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan persentase.
2)   Metode Komparasi yaitu Metode yang digunakan untuk membandingkan kesamaan pandangan dan perubahan-perubahan pandangan orang terhadap suatu peristiwa. Dalam penelitian ini membandingkan antara kualitas air di daerah penelitian dengan kriteria baku mutu air Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001. Analisis kualitas air melalui uji laboratorium sangat menentukan karena hasil dari analisis dapat bermanfaat untuk mendapatkan standar baku mutu air agar air tersebut dapat diketahui boleh tidaknya digunakan oleh penduduk untuk keperluan sehari-hari, kendala yang dihadapi dalam hal kualitas air, dan solusinya bagi penduduk.




[1] Totok C. Sutrisno, Teknologi Penyediaan Air Bersih; (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), h. 12.
[2]

1 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.