Senin, 26 Desember 2011

Laporan Genetika (alel ganda)



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pada tumbuhan, hewan dan manusia dikenal beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Golongan darah ABO yang ditemukan oleh Landsteiner pada tahun 1900 dan faktor Rh yang ditemukan Landsteiner bersama Weiner pada tahun 1942 juga ditentukan alel ganda. Untuk golongan darah tipe ABO misalnya, dikenal alel ganda IA , IB dan I, harus dipahami pengertian tentang antigen, zat anti (antibodi) aglutinasi.
    Darah merupakan media transportasi dalam tubuh. Darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sebagian besar sel darah terdiri atas sel darah merah atau eritrosit, sedangkan jumlah sel darah putih atau leukosit sangat sedikit, yaitu 2 permil dari jumlah eritrosit. Disamping eritrosit dan leukosit masih ada partikel lain yang disebut trombosit. Trombosit ini penting pada penggumpalan darah.
    Meskipun semua praktikan sebenarnya telah mengetahui golongan darah masing-masing, namun dalam percobaan ini mereka belajar menetapkan sendiri golongan darahnya. Disediakan 3 macam anti serum, yaitu anti-A, anti-B dan anti Rh (D)+ .

B.  Tujuan
          Adapun tujuan yang ingin dicapai pada praktikum kali ini adalah mengetahui beberapa sifat keturunan pada manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda dan mencoba menetapkan genotip dirinya sendiri.
                                                                                                                                                                  


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA




Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah[1].
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme[2].
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye)[3].
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah[4].
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen[5].
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni[6].
Golongan darah manusia ABO ditentukan oleh alel-alel Io, IA, dan IB. Alel Io resesif terhadap IA dan IB. Alel IA dan IB bersifat kodomain, sehingga IB tidak domain terhadap IA dan sebaliknya IA tidak dominan terhadap IB. Interaksi antara alel Io, IA dan IB menghasilkan 4 fenotif golongan darah O, A, B, dan AB. Gen I menghasilkan suatu molekul protein yang disebut Isoaglutinin yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Orang dengan alel IA dapat membentuk  aglutinogen atau antigen yang disebut antigen-A dalam eritrosit yang kemudian dapat bereaksi dengan antibodi atau agglutinin atau anti-B yang terdapat dalam serum atau plasma darah. Orang dengan alel IB dapat membentuk antigen-B dalam eritrosit, dan zat anti-A dalam serum darah[7].
Bila dalam satu lokus terdapat lebih dari satu pasang alel maka disebut alel ganda, misalnya warna bulu pada kelinci dan golongan darah sistem A B O pada manusia[8].
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian[9].
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
1.      Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
2.      Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif.
3.      Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
4.      Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif[10].
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO[11].




[1]Mushawir Taiyeb, Fisiologi Hewan (Makassar : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin, 2008). h. 78.

[2]Ibid.
[3]Ibid. h. 79.
[4]Firman. Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/kategori:darah (28 Desember 2009).
[5]Ibid.  
[6]Ibid.

[7]Dr. Khalifah M dan Zulkarnaim, Buku Daras Genetika (Makassar : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin, 2009). h. 113-114.

[8]Ibid.  

[9]Dr. Wildan Yatim, Genetika (Bandung : Tarsito, 2003), h. 198-199.
[10]Golongan Darah, http://id.wiki.org/wikipedia/Golongan_darah/ (28 Desember 2009).

[11]Ibid.
                                                                                                                                                   

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.    Waktu dan Tempat
            Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum kali ini adalah:
Hari/tanggal                : Kamis, 17 Desember 2009
Waktu                         : 15.00 – 17.00 Wita
Tempat                        : Laboratorium Biologi Gedung B lantai III
                                       Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata, Gowa.

B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah kertas, pulpen dan penggaris
2.      Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah jari tangan dan darah.


C.    Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum kali ini adalah:
1.      Menyiapkan objek glass dan memberi tanda untuk serum anti A dan serum anti B berdampingan.
2.      Membersihkan bagian jari tangan yang akan ditusuk (diambil darahnya) dengan kapas beralkohol 70 %. Kemudian menusuk dengan blood lanset dan meneteskan pada masing-masing bagian objek glass tadi.
3.      Menambahkan 2 tetes serum pada masing-masing tetes darah, yang satu dengan anti A dan yang lain dengan anti B. Kemudian mencampurkan atau meratakan dengan baik hingga membentuk gambaran oval.
4.      Mengamati dan menentukan golongan darahnya, kemudian mencatat hasil pengamatan.

                                                                                                                                                  


DAFTAR PUSTAKA

Firman. Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/kategori:darah (28 Desember 2009).

Golongan Darah. http://id.wiki.org/wikipedia/Golongan_darah/ (28 Desember 2009)

Khalifah M, Dr dan Zulkarnaim. Buku Daras Genetika. Makassar : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin, 2009.

Taiyeb, Mushawir. Fisiologi Hewan. Makassar : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin, 2008.

Yatim, Wildan, Dr. Genetika. Bandung : Tarsito, 2003.




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright (c) 2010 Mega's Blogg and Powered by Blogger.